E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|PHK|RUU PFII|PISEW|UMKM|Diplomasi|Polri|Anggaran|RUU Statistik|Haji|Transportasi|Infrastruktur|Lapas
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|PHK|RUU PFII|PISEW|UMKM|Diplomasi|Polri|Anggaran|RUU Statistik|Haji|Transportasi|Infrastruktur|Lapas
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|PHK|RUU PFII|PISEW|UMKM|Diplomasi|Polri|Anggaran|RUU Statistik|Haji|Transportasi|Infrastruktur|Lapas
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Komarudin Watubun Soroti Penurunan Transfer Daerah dan Optimalisasi BUMD Kepri

Diterbitkan
Senin, 6 Apr 2026 10.47 WIB
Bagikan:
Komarudin Watubun Soroti Penurunan Transfer Daerah dan Optimalisasi BUMD Kepri

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun dalam Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi II DPR RI di Pekanbaru, Riau.|Foto: Nadya/Mahendra

PARLEMENTARIA, Pekanbaru - Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun mengkritik kebijakan penurunan transfer ke daerah yang dinilai berpotensi melemahkan kemandirian dan semangat otonomi daerah. Menurut Komarudin, kebijakan efisiensi yang berdampak pada pengurangan transfer ke daerah tidak sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.

 

“Di daerah efisiensi, tapi di pusat justru bertambah. Ini tidak konsisten,” ujarnya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi II DPR RI di Pekanbaru, Riau, Kamis, (2/4/2026).

Lihat Juga :

Pentingnya Optimalisasi BUMD dan BLUD Sebagai Pilar Ekonomi Daerah

Pentingnya Optimalisasi BUMD dan BLUD Sebagai Pilar Ekonomi Daerah

Uji Kelayakan dan Kepatutan Dewas BPJS, Legislator Soroti Pembagian Peran Pusat dan Daerah Terkait JKN

Uji Kelayakan dan Kepatutan Dewas BPJS, Legislator Soroti Pembagian Peran Pusat dan Daerah Terkait JKN

 

Ia menilai kondisi tersebut dapat menimbulkan ketimpangan antara pusat dan daerah, serta menghambat pembangunan di daerah. Komarudin juga mengingatkan bahwa ketidakadilan dalam relasi pusat dan daerah berpotensi menimbulkan persoalan serius.

 

“Setiap gejolak itu berangkat dari rasa ketidakadilan,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

 

Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang lebih berimbang serta penguatan peran BUMD sebagai salah satu sumber pendapatan alternatif daerah.

 

Dalam kunjungan kerja ini, Komisi II DPR RI juga menyoroti pentingnya optimalisasi BUMD, termasuk bank daerah seperti Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, sebagai upaya mengurangi ketergantungan daerah terhadap transfer dari pemerintah pusat. 

 

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Komarudin Watubun juga mengingatkan bank daerah berpotensi ditinggalkan masyarakat jika tidak segera berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi.

 

Menurut Komarudin, perkembangan industri perbankan saat ini bergerak sangat cepat, terutama dalam hal digitalisasi layanan. Namun, bank daerah dinilai masih tertinggal dibandingkan bank swasta.

 

“Kalau tidak menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, pasti akan tergeser,” tegasnya.

 

Ia menyoroti rendahnya minat generasi muda terhadap bank daerah yang dinilai belum mampu menghadirkan layanan yang kompetitif dan modern. Selain itu, Komarudin menilai bank daerah masih cenderung berada di zona nyaman karena bergantung pada dana pemerintah daerah.

 

“Jangan hanya jadi tempat penampungan dana APBD, tapi harus inovatif,” ujarnya.

 

Menurutnya, tanpa inovasi dan transformasi digital, bank daerah akan kehilangan daya saing di tengah perkembangan industri keuangan.

 

BRK Syariah sendiri telah menunjukkan upaya pengembangan layanan, namun Komisi II DPR RI menilai inovasi dan digitalisasi tetap perlu diperkuat agar bank daerah mampu bersaing dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (ndy/rdn)

Berita terkait

Pentingnya Optimalisasi BUMD dan BLUD Sebagai Pilar Ekonomi Daerah
Politik dan Keamanan
Pentingnya Optimalisasi BUMD dan BLUD Sebagai Pilar Ekonomi Daerah
Uji Kelayakan dan Kepatutan Dewas BPJS, Legislator Soroti Pembagian Peran Pusat dan Daerah Terkait JKN
Kesejahteraan Rakyat
Uji Kelayakan dan Kepatutan Dewas BPJS, Legislator Soroti Pembagian Peran Pusat dan Daerah Terkait JKN
Rifqinizamy Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah, Apresiasi Sinergi Pemda dan BUMD di Banjarbaru
Isu Lainnya
Rifqinizamy Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah, Apresiasi Sinergi Pemda dan BUMD di Banjarbaru
Sebelumnya

HNW Tolak Keras UU Hukuman Mati Israel yang Targetkan Tawanan Palestina secara Diskriminatif

Selanjutnya

Percepat Penanganan Gempa Maluku Utara, Evakuasi dan Akurasi Peringatan Jadi Prioritas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(973)
  • Industri dan Pembangunan(3422)
  • Isu Lainnya(1027)
  • Kesejahteraan Rakyat(3409)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4168)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|PHK|RUU PFII|PISEW|UMKM|Diplomasi|Polri|Anggaran|RUU Statistik|Haji|Transportasi|Infrastruktur|Lapas
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 82%
Angin: 5 km/h