E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 80%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 80%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 80%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

RLS Sulawesi Tengah 9,1 Tahun: Problem Akses Pendidikan dan Risiko Putus Sekolah

Diterbitkan
Kamis, 2 Apr 2026 14.24 WIB
Bagikan:
RLS Sulawesi Tengah 9,1 Tahun: Problem Akses Pendidikan dan Risiko Putus Sekolah

Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, saat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, di Palu, Rabu (1/4/2026).

PARLEMENTARIA, Palu — Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menyoroti capaian rata-rata lama sekolah (RLS) di Provinsi Sulawesi Tengah yang masih berada di angka 9,1 tahun atau setara tingkat SMP. Ia menilai angka tersebut menunjukkan masih adanya persoalan mendasar dalam akses dan keberlanjutan pendidikan di daerah.


“Rata-rata lama sekolah 9,1 tahun ini harus kita lihat penyebabnya. Apakah karena akses pendidikan yang belum merata atau faktor pembiayaan,” ujar Juliyatmono saat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, di Palu, Rabu (1/4/2026).


Berdasarkan data BPS, capaian RLS tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar penduduk Sulawesi Tengah baru menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMP. Kondisi ini dinilai belum ideal untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lihat Juga :

Komisi VIII Apresiasi Fasilitas dan Konsep Pendidikan Sekolah Rakyat di Bekasi

Komisi VIII Apresiasi Fasilitas dan Konsep Pendidikan Sekolah Rakyat di Bekasi

Panja Pendidikan Komisi X Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan Daerah Marginal

Panja Pendidikan Komisi X Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan Daerah Marginal


Juliyatmono menekankan pentingnya mendorong wajib belajar hingga minimal 13 tahun atau setara pendidikan menengah atas. “Bagaimana akses ini dipermudah, bagaimana semua masyarakat usia sekolah benar-benar dikejar untuk wajib sekolah. Minimal harus menyelesaikan pendidikan dasar 13 tahun,” tegasnya.


Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya tenaga kerja lulusan SMP, yang mengindikasikan tingginya angka putus sekolah di jenjang tersebut. “Saya lihat justru ada penurunan di tingkat SMP, sementara angkatan kerja lulusan SMP makin banyak. Artinya, angka putus sekolah di SMP meningkat karena mereka langsung terserap ke dunia kerja,” katanya.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu dikaji lebih dalam, apakah dipicu oleh keterbatasan akses pendidikan atau tekanan ekonomi keluarga. “Apakah karena akses yang kurang atau kemampuan ekonomi yang rendah, ini harus kita cari rumusannya,” ujarnya.


Juliyatmono menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah, perlu menggunakan data statistik sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan partisipasi sekolah. “Data sudah ada, tinggal bagaimana kita dorong kebijakan untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah, karena sumber daya manusia ada di situ,” kata dia.


Ia mengingatkan, jika persoalan ini tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada meningkatnya kesenjangan sosial dan ekonomi di masa depan. “Kalau tidak diselesaikan, kelompok berpendidikan rendah akan semakin besar, dan itu berbahaya karena bisa meningkatkan angka kemiskinan dan kesenjangan,” pungkasnya. (skr/aha)

Berita terkait

Komisi VIII Apresiasi Fasilitas dan Konsep Pendidikan Sekolah Rakyat di Bekasi
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Apresiasi Fasilitas dan Konsep Pendidikan Sekolah Rakyat di Bekasi
Panja Pendidikan Komisi X Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan Daerah Marginal
Kesejahteraan Rakyat
Panja Pendidikan Komisi X Tekankan Akses dan Mutu Pendidikan Daerah Marginal
MY Esti Sambut Positif Rencana DKI Jakarta Gratiskan Sekolah di Tahun Ajaran Baru 2025
Kesejahteraan Rakyat
MY Esti Sambut Positif Rencana DKI Jakarta Gratiskan Sekolah di Tahun Ajaran Baru 2025
Tags:#Statistik Nasional#putus sekolah
Sebelumnya

Inovasi Komunikasi Bencana Dinilai Lebih Penting dari Sekadar Akurasi Data

Selanjutnya

Mercy Chriesty Dorong Transparansi Rekrutmen Polri dan Sistem Berbasis CAT

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(764)
  • Industri dan Pembangunan(2750)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2624)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3293)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 80%
Angin: 2 km/h