E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Wakaf|RUU Satu Data Indonesia|dana haji|RUU SDI|Wakaf Legislator Indonesia|WALI|Penyerobotan Lahan|RUU Masyarakat Hukum Adat|SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 1 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Wakaf|RUU Satu Data Indonesia|dana haji|RUU SDI|Wakaf Legislator Indonesia|WALI|Penyerobotan Lahan|RUU Masyarakat Hukum Adat|SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 1 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Wakaf|RUU Satu Data Indonesia|dana haji|RUU SDI|Wakaf Legislator Indonesia|WALI|Penyerobotan Lahan|RUU Masyarakat Hukum Adat|SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 1 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Netty Aher Ingatkan Pemerintah Tak Terlena Penurunan Kasus Campak

Diterbitkan
Selasa, 31 Mar 2026 15.43 WIB
Bagikan:
Netty Aher Ingatkan Pemerintah Tak Terlena Penurunan Kasus Campak

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.|Foto: Munchen/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan laporan penurunan kasus campak hingga 95 persen pada awal 2026. Ia menilai, capaian tersebut tetap harus dibarengi kewaspadaan terhadap kondisi di lapangan.

 

Menurut Netty, angka penurunan yang signifikan memang patut diapresiasi sebagai hasil kerja keras pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa statistik tersebut tidak boleh menutupi fakta masih adanya anak-anak yang meninggal dunia akibat komplikasi campak.

Lihat Juga :

Penanganan Campak Perlu Evaluasi Serius, Edy Wuryanto: Jangan Terjebak Penurunan Kasus

Penanganan Campak Perlu Evaluasi Serius, Edy Wuryanto: Jangan Terjebak Penurunan Kasus

Kasus Campak Masih Marak, Puan Minta Program Imunisasi Dievaluasi

Kasus Campak Masih Marak, Puan Minta Program Imunisasi Dievaluasi

 

“Kita tidak boleh hanya terpaku pada angka 95 persen. Penurunan kasus itu memang hasil kerja keras, tetapi fakta bahwa masih ada anak yang meninggal menunjukkan ada sistem yang belum tuntas. Statistik bukan segalanya jika kita masih kehilangan nyawa anak-anak kita,” ujar Netty dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

 

Politisi Fraksi PKS  itu menyoroti adanya celah kekebalan atau immunity gap yang dinilainya sebagai potensi ancaman serius jika tidak segera ditangani. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “bom waktu” yang dapat memicu kembali lonjakan kasus apabila sistem perlindungan tidak diperkuat secara menyeluruh.

 

Netty menilai, keberhasilan menekan jumlah kasus sejauh ini lebih bersifat langkah darurat. Sementara itu, masih adanya kematian menunjukkan bahwa penanganan di tingkat akar rumput belum sepenuhnya optimal, terutama dalam hal deteksi dini dan penanganan komplikasi.

 

“Satu nyawa anak Indonesia itu terlalu mahal untuk dikompensasi dengan angka persentase penurunan. Jangan sampai kita merayakan penurunan kasus, sementara di saat yang sama ada orang tua yang sedang berduka karena anaknya terlambat mendapatkan proteksi,” tegasnya.

 

Ia pun mendesak Kementerian Kesehatan untuk tidak mengendurkan upaya, meskipun tren kasus tengah melandai. Evaluasi menyeluruh, lanjutnya, perlu dilakukan terhadap distribusi vaksin serta kecepatan layanan penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, khususnya di wilayah yang sebelumnya menjadi zona merah.

 

“Pemerintah jangan cepat puas. Penurunan ini harus dibarengi dengan jaminan bahwa tidak akan ada lagi KLB di masa depan. Kita butuh jaminan perlindungan total, bukan sekadar laporan statistik di atas kertas,” pungkas Netty. (rdn)

Berita terkait

Penanganan Campak Perlu Evaluasi Serius, Edy Wuryanto: Jangan Terjebak Penurunan Kasus
Kesejahteraan Rakyat
Penanganan Campak Perlu Evaluasi Serius, Edy Wuryanto: Jangan Terjebak Penurunan Kasus
Kasus Campak Masih Marak, Puan Minta Program Imunisasi Dievaluasi
Kesejahteraan Rakyat
Kasus Campak Masih Marak, Puan Minta Program Imunisasi Dievaluasi
Beras Langka Jelang Ramadhan, Legislator Ingatkan Pemerintah
Kesejahteraan Rakyat
Beras Langka Jelang Ramadhan, Legislator Ingatkan Pemerintah
Tags:#campak#imunisasi
Sebelumnya

Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Selanjutnya

Berimbas terhadap Inflasi, Tren Kenaikan Harga Minyak Dunia Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(942)
  • Industri dan Pembangunan(3351)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3358)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4089)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|Wakaf|RUU Satu Data Indonesia|dana haji|RUU SDI|Wakaf Legislator Indonesia|WALI|Penyerobotan Lahan|RUU Masyarakat Hukum Adat|SPMB|RAPBN 2027|RUU HPI|Perguruan Tinggi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 58%
Angin: 1 km/h