E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekonomi|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|APBN|pertumbuhan ekonomi|Breaking news|Seputar Parlemen|Komisi III|DPR RI|Masyarakat|Transportasi|energi|MBG
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekonomi|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|APBN|pertumbuhan ekonomi|Breaking news|Seputar Parlemen|Komisi III|DPR RI|Masyarakat|Transportasi|energi|MBG
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekonomi|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|APBN|pertumbuhan ekonomi|Breaking news|Seputar Parlemen|Komisi III|DPR RI|Masyarakat|Transportasi|energi|MBG
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekonomi|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|APBN|pertumbuhan ekonomi|Breaking news|Seputar Parlemen|Komisi III|DPR RI|Masyarakat|Transportasi|energi|MBG
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 15 km/h
Berita/Politik dan Keamanan

Firman Soebagyo Usul Bentuk Badan Nasional Pusat Data dan Statistik untuk Akhiri Ego Sektoral

Diterbitkan
Selasa, 31 Mar 2026 16.02 WIB
Bagikan:
Firman Soebagyo Usul Bentuk Badan Nasional Pusat Data dan Statistik untuk Akhiri Ego Sektoral

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, dalam RDPU Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Satu Data Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).|Foto: Septamares/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo mengusulkan penggabungan lembaga pengumpul dan pengolah data dalam satu badan nasional yang kuat di bawah Presiden. Hal ini menyusul keprihatinannya terhadap kondisi data nasional yang dinilai masih karut-marut akibat kuatnya ego sektoral di berbagai kementerian dan lembaga.


"Persoalan serius kita adalah ego sektoral. Banyak kementerian merasa memiliki kewenangan sendiri-sendiri sehingga data tidak pernah sinkron. Bahkan ada lembaga yang merasa tidak etis membuka data ke lembaga lain. Ini konyol, seolah negara ini terkotak-kotak," ujar Firman dalam RDPU Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Satu Data Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).


Politisi Fraksi Partai Golkar ini memberikan contoh konkret pada data sektor kehutanan, pertanian, hingga data kependudukan yang sangat krusial menjelang pemilu. Menurutnya, ketidaksinkronan data seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, termasuk potensi manipulasi angka capaian kinerja agar terhindar dari teguran pimpinan.

Lihat Juga :

Firman Soebagyo Usul Skema Harga Atas-Bawah untuk Jaga Stabilitas Minyak Goreng dan Telur

Firman Soebagyo Usul Skema Harga Atas-Bawah untuk Jaga Stabilitas Minyak Goreng dan Telur

Andina Narang Dalami Komitmen Calon KI Pusat Soal Perlindungan Data Pribadi dan Akuntabilitas Badan Publik

Andina Narang Dalami Komitmen Calon KI Pusat Soal Perlindungan Data Pribadi dan Akuntabilitas Badan Publik


"Pembangunan itu tidak bisa diramal, matematikanya harus pasti. Bagaimana kalau pengolah dan pengumpul data dijadikan satu lembaga saja, menjadi Badan Nasional Pusat Data dan Statistik? Satu sistem yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden sehingga tidak ada lagi pembelokan data di tengah jalan," tegas Firman.


Ia juga menekankan pentingnya sanksi tegas dalam regulasi baru ini serta aspek keamanan data (data security) agar data nasional tidak mudah dikuasai oleh pihak asing atau lembaga non-pemerintah (NGO) yang dibiayai donor luar negeri tanpa kontrol yang jelas. "Perang saja kalau tidak punya data kita kedodoran. Data inilah yang menentukan masa depan negara," pungkasnya. (ds/aha)

Berita terkait

Firman Soebagyo Usul Skema Harga Atas-Bawah untuk Jaga Stabilitas Minyak Goreng dan Telur
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo Usul Skema Harga Atas-Bawah untuk Jaga Stabilitas Minyak Goreng dan Telur
Andina Narang Dalami Komitmen Calon KI Pusat Soal Perlindungan Data Pribadi dan Akuntabilitas Badan Publik
Politik dan Keamanan
Andina Narang Dalami Komitmen Calon KI Pusat Soal Perlindungan Data Pribadi dan Akuntabilitas Badan Publik
Firman Soebagyo Usul TNI jadi Produsen Data dengan Akses Terbatas dalam RUU Satu Data
Politik dan Keamanan
Firman Soebagyo Usul TNI jadi Produsen Data dengan Akses Terbatas dalam RUU Satu Data
Sebelumnya

Achmad: ID FOOD Perkuat Peran Sosial dan Pasokan Pangan di Daerah Rawan Bencana

Selanjutnya

Susun RUU Ketenagalistrikan, Komisi XII Kembali Serap Masukan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1064)
  • Industri dan Pembangunan(3710)
  • Isu Lainnya(1054)
  • Kesejahteraan Rakyat(3708)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4591)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Sidang Tahunan MPR RI Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Rapat Paripurna DPR RI
Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN

PODCAST

IKUTI KAMI