E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi V Minta Jalur Kereta Semarang yang Acap Banjir Segera Ditangani

Diterbitkan
Senin, 23 Feb 2026 14.24 WIB
Bagikan:
Komisi V Minta Jalur Kereta Semarang yang Acap Banjir Segera Ditangani

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, saat memimpin Tim Kunker Komisi V DPR meninjau Stasiun Tawang, Semarang, Jateng, Jumat (20/2/2026). Foto: Jaka/Karisma.

PARLEMENTARIA, Semarang — Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta agar Penurunan Tanah di Jalur Kereta Semarang agar ditangani secara permanen dan terpadu. Pasalnya, penanganan yang dilakukan selama ini masih bersifat teknis sementara dan belum menyentuh solusi jangka panjang

Politisi F-PDI Perjuangan ini menilai, persoalan amblesnya jalur kereta di Semarang tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah sementara seperti pemompaan air. Menurutnya, metode tersebut tidak selalu efektif dalam menghadapi kondisi penurunan tanah yang bersifat masif.

“Pada titik tertentu pompa bisa bekerja, tetapi pada kondisi tertentu tidak akan mampu mengatasi persoalan, apalagi jika sudah berkaitan dengan bencana alam,” kata Lasarus saat memimpin Tim Kunker Komisi V DPR meninjau Stasiun Tawang, Semarang, Jateng, Jumat (20/2/2026).

Legislator Dapil Kalimantan II ini menerangkan, solusi yang dibutuhkan adalah pembangunan jalur kereta yang lebih tinggi dan permanen agar tidak terdampak banjir rob maupun penurunan tanah di masa depan. Upaya tersebut dinilai harus menjadi program jangka panjang yang terintegrasi.

Selain itu, Lasarus juga mendorong adanya roadmap yang jelas dalam penyelesaian masalah ini. Jika PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak mampu melakukan investasi secara mandiri, pemerintah diminta untuk mengambil alih melalui anggaran negara. Kemudian juga pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta PT KAI. 

Menurutnya, selama ini penanganan masih berjalan secara parsial sehingga hasilnya belum optimal. “Masalahnya sering kali bukan pada anggaran, tetapi koordinasi. Ego sektoral antar lembaga membuat penanganan menjadi tidak terintegrasi,” jelasnya.

Untuk itu, Komisi V berencana mempertemukan seluruh pihak terkait dalam satu forum untuk menyusun langkah bersama, termasuk pembagian peran, pendanaan, serta target penyelesaian. Upaya ini diharapkan menjadi titik awal penanganan yang lebih komprehensif.

“Tadi dalam rapat kami menekankan pentingnya kejelasan penanganan, termasuk sinkronisasi dengan program pengendalian banjir yang direncanakan Kementerian Pekerjaan Umum hingga 2028. Kami menilai, penanganan jalur kereta harus berjalan seiring dengan pengendalian air agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lasarus juga menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Di beberapa daerah, proyek besar dibangun meski belum memiliki tingkat penumpang yang tinggi, sementara di Semarang yang memiliki mobilitas tinggi justru menghadapi persoalan yang belum terselesaikan. •jk/aha

Berita terkait

Komisi V Minta Alokasi Anggaran Pembenahan Keselamatan Kereta Jadi Prioritas
Industri dan Pembangunan
Komisi V Minta Alokasi Anggaran Pembenahan Keselamatan Kereta Jadi Prioritas
Komisi V DPR: Kecelakaan Kereta di Bekasi Tegaskan Jalur Rel Harus Dipisah
Industri dan Pembangunan
Komisi V DPR: Kecelakaan Kereta di Bekasi Tegaskan Jalur Rel Harus Dipisah
Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan
Industri dan Pembangunan
Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi V
Sebelumnya

Anis Byarwati Harap Pemerintah Jaga Stabilitas Harga & Perkuat Ekonomi Selama Ramadan

Selanjutnya

Rifqinizamy Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah, Apresiasi Sinergi Pemda dan BUMD di Banjarbaru

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Anggaran|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h