E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Komisi IX DPR Minta Sinkronisasi Data PBI, Pastikan Tepat Sasaran dalam Tiga Bulan

Diterbitkan
Jumat, 20 Feb 2026 09.41 WIB
Bagikan:
Komisi IX DPR Minta Sinkronisasi Data PBI, Pastikan Tepat Sasaran dalam Tiga Bulan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh. Foto : Dok/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi IX DPR RI menegaskan pentingnya sinkronisasi dan validasi data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar tepat sasaran. Hal ini menyusul adanya perbedaan data sosial yang berdampak pada penonaktifan sejumlah peserta yang seharusnya masih berhak menerima bantuan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menjelaskan, hasil rapat gabungan sebelumnya oleh Komisi IX DPR RI menyepakati bahwa masa evaluasi selama tiga bulan untuk memastikan seluruh data berada dalam posisi yang benar serta masyarakat yang kepesertaannya diputus telah tersosialisasi dengan baik.

“Data dari kebudayaan sosial itu berbeda, kita harus memastikan semua data itu dalam posisi benar dan yang penting adalah juga masyarakat yang diputus pesertaannya itu tersosialisasikan dengan baik itu yang saya rasa harus penting sekali. Nah, ini yang hasil rapat kita gabungan kemarin bahwa mereka diberi waktu 3 bulan untuk memastikan semuanya. Jadi sebenarnya ini bukan pengurangan anggaran ya, ini adalah anggarannya diganti,” jelas Nihayatul saat diwawancarai oleh Parlementaria di Komplek Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Legislator Fraksi PKB tersebut mengungkapkan, berdasarkan data yang dibahas, masih terdapat masyarakat pada Desil 1 – 5 yang belum masuk PBI, sementara di sisi lain terdapat masyarakat pada desil 6 sampai desil 10 bahkan non-desil yang justru tercatat sebagai penerima PBI.

“Karena kemarin dari DTSEN kita, masyarakat dengan desil 1 sampai desil 5 ini yang belum masuk PBI masih cukup banyak tapi banyak juga masyarakat dari desil 6 sampai desil 10 plus non-desil ini yang masuk PBI. Tentunya ini masyarakat-masyarakat yang tidak seharusnya masuk PBI,” ujarnya.

Menurut legislator dapil Jawa Timur III ini, yang seharusnya dinonaktifkan adalah kelompok desil 6 sampai desil 10 serta non-desil. Namun dalam praktiknya, justru ditemukan masyarakat desil 1 sampai desil 5 yang turut terkena penonaktifan.

“Nah, ini yang perlu kita kaji ulang, ini kesalahannya dimana, sistemnya seperti apa, atau memang kita perlu memperbaiki data-data lainnya untuk bisa lebih akurat lagi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Komisi IX DPR RI meminta seluruh pihak terkait duduk bersama melakukan pembenahan data secara menyeluruh, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, hingga Kementerian Kesehatan. Harapannya, dalam 3 bulan ke depan, data-data sudah sinkron dan masyarakat yang berhak menerima PBI sudah mendapatkan haknya Kembali. •clr/um

Berita terkait

Komisi IX Minta Rapat Gabungan Lintas Komisi terkait Hak Pekerja MNA
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Minta Rapat Gabungan Lintas Komisi terkait Hak Pekerja MNA
Komisi XIII DPR Minta BPIP Perkuat 'Research-Based' dalam Peta Jalan Pancasila
Politik dan Keamanan
Komisi XIII DPR Minta BPIP Perkuat 'Research-Based' dalam Peta Jalan Pancasila
Komisi III DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Kejari Karo dalam Perkara Amsal Sitepu
Politik dan Keamanan
Komisi III DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Kejari Karo dalam Perkara Amsal Sitepu
Tags:#Berita Utama#Komisi IX
Sebelumnya

Insiden Penembakan Smart Air Alarm Serius, Keamanan Bandara Harus Dibenahi

Selanjutnya

DPR Konsisten Kawal Kemandirian Ekonomi dan Reformasi Hukum

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 35°C
Lembab: 77%
Angin: 4 km/h