E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Perkembangan Bisnis Semakin Kompleks Regulasi Persaingan Usaha Baru Harus Lebih Progresif

Diterbitkan
Rabu, 11 Feb 2026 16.33 WIB
Bagikan:
Perkembangan Bisnis Semakin Kompleks Regulasi Persaingan Usaha Baru Harus Lebih Progresif

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, dalam RDPU yang bertempat di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Farhan/Karisma.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menilai regulasi persaingan usaha yang berlaku saat ini sudah tidak relevan dengan perkembangan dunia bisnis yang bergerak sangat cepat. Pasalnya, Undang-undang yang lahir pada 1999 tersebut dinilai tidak lagi mampu mengantisipasi praktik-praktik usaha tidak fair yang semakin kompleks.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI bersama KADIN, APINDO, ICLA, dan HIPMI, Asep menyoroti aspek urgensi terhadap kebaharuan dalam regulasi penguatan kelembagaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Menurutnya, persoalan persaingan usaha saat ini tidak lagi sesederhana monopoli klasik, melainkan berbagai bentuk dominasi pasar yang berdampak langsung pada hancurnya pelaku usaha kecil dan UMKM.

“Dulu monopoli itu jelas dan kasat mata. Sekarang bentuknya jauh lebih kompleks, tidak hanya soal monopoli atau predatory pricing, tapi banyak praktik bisnis yang secara substantif tidak fair,” ujar Asep dalam RDPU yang bertempat di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Legislator dari Fraksi NasDem ini juga menyoroti keterbatasan kewenangan KPPU yang dinilai belum cukup kuat untuk menjangkau praktik-praktik tersebut. Ketiadaan upaya paksa, keterbatasan penyidik, hingga status kelembagaan KPPU menjadi catatan penting dalam rencana penguatan regulasi ke depan.

Contoh nyata yang disinggung adalah dominasi produk tekstil impor di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Klewer dan Beringharjo, yang dinilai telah memukul industri tekstil nasional dan UMKM lokal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar soal keadilan dalam ekosistem bisnis nasional.

“Kita perlu ada lembaga sesungguhnya, yang agresif. Dan progresif. Bukan cuma agresif, tapi juga progresif,” beber dia.

Terakhir, Asep juga menegaskan bahwa pembahasan penguatan regulasi ini dipastikan tidak akan dilakukan secara terburu-buru. DPR berkomitmen melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, akademisi hingga pakar hukum.

“Supaya regulasi yang lahir benar-benar mampu menjawab tantangan persaingan usaha di masa depan,” pungkasnya. •ujm/rdn

Berita terkait

Revisi UU Persaingan Usaha Tekankan Regulasi terkait Dumping Digital dan Predatory Pricing
Industri dan Pembangunan
Revisi UU Persaingan Usaha Tekankan Regulasi terkait Dumping Digital dan Predatory Pricing
Perkuat KPPU, Komisi VI: Ekonomi Maju Harus Miliki Persaingan Usaha Sehat
Industri dan Pembangunan
Perkuat KPPU, Komisi VI: Ekonomi Maju Harus Miliki Persaingan Usaha Sehat
Komisi VI Siapkan Regulasi Atasi Persaingan Usaha Tak Sehat Akibat Predatory Pricing
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Siapkan Regulasi Atasi Persaingan Usaha Tak Sehat Akibat Predatory Pricing
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Peringati HPN 2026, Amelia Anggraini: Perkuat Regulasi AI dan RUU Penyiaran Bangun Ekosistem Pers

Selanjutnya

Fungsi Pengawasan BAPETEN Perlu Ditingkatkan, Jangan Hanya Bersifat Reaktif

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h