
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh saat memimpin kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke daerah tersebut, Jumat (30/1/2026). Foto: Prima/Mahendra.
Dalam kunjungan itu, Komisi IX DPR RI meninjau dua fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan cukup serius, yakni RSUD Tanjung Pura dan Puskesmas Pantai Cermin. Politisi Fraksi PKB itu menilai, kondisi kedua fasilitas tersebut membutuhkan penanganan cepat dan terukur agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terus terganggu.
“RSUD Tanjung Pura ini hampir setiap tahun terdampak banjir, tetapi yang terjadi pada akhir tahun lalu merupakan yang terparah. Banyak alat kesehatan yang sifatnya urgen rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Bangunannya juga memprihatinkan, tembok berjamur dan sisa lumpur masih terlihat di banyak titik,” ujarnya.
Legislator Dapil Jatim III tersebut meminta Kementerian Kesehatan RI segera melakukan appraisal terhadap seluruh peralatan rumah sakit, baik yang masih memungkinkan untuk diperbaiki maupun yang sudah harus diganti. Selain itu, ia juga menekankan perlunya komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki struktur bangunan dan penataan lingkungan rumah sakit agar risiko banjir tidak terus berulang dan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
Puskesmas Pantai Cermin yang kondisinya dinilai lebih memprihatinkan karena nyaris tidak dapat difungsikan. Saat ini, pemerintah daerah setempat tengah menyiapkan bangunan baru untuk merelokasi puskesmas tersebut. Padahal, puskesmas ini memiliki jumlah kapitasi BPJS Kesehatan sekitar 42 ribu jiwa dan menjadi yang terbesar di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
“Dengan jumlah kapitasi sebesar itu, sudah seharusnya Puskesmas Pantai Cermin mendapatkan perhatian lebih. Dari hasil kunjungan ini, kami meminta Kementerian Kesehatan untuk segera melengkapi fasilitas yang dibutuhkan, seperti USG, peralatan Poli Gigi yang lengkap, vaccine refrigerator, serta mengganti ambulans yang usianya sudah 16 tahun dan rusak akibat banjir,” tegasnya.
Selain melakukan peninjauan, Komisi IX DPR RI juga menyerahkan bantuan langsung berupa obat-obatan dan sejumlah kebutuhan kesehatan lainnya bagi fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Langkat. Terkait bantuan tersebut, Nihayatul menyampaikan, “Bantuan ini kami harapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dalam masa pemulihan pascabanjir, sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang terdampak bencana.” jelasnya.
Ninik sapaan apaan akrabnya menegaskan akan terus mengawal tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah. “Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti pada catatan dan laporan saja. Yang terpenting adalah ada tindak lanjut nyata di lapangan, sehingga fasilitas kesehatan bisa segera pulih dan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan optimal,” tutupnya. •pdt/aha