E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Target Ekspor Ekraf Turun Rp23 Triliun, Legislator Pertanyakan Arah Kebijakan

Diterbitkan
Jumat, 23 Jan 2026 10.51 WIB
Bagikan:
Target Ekspor Ekraf Turun Rp23 Triliun, Legislator Pertanyakan Arah Kebijakan

Anggota DPR RI, Putra Nababan dalam rapat kerja bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Foto : Ronald/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota DPR RI, Putra Nababan, menyoroti penurunan target kinerja sektor ekonomi kreatif pada 2026 yang dinilainya mencerminkan sikap pesimistis pemerintah. Penurunan target nilai ekspor hingga Rp23 triliun dan berkurangnya serapan tenaga kerja sebanyak 1,34 juta orang dinilai berpotensi menimbulkan kekhawatiran publik apabila tidak dijelaskan secara terbuka dan komprehensif.

“Saya agak khawatir dengan sikap pesimis ini. Target ekspor 2026 justru turun Rp23 triliun dan tenaga kerja berkurang 1,34 juta. Ini angka yang serius. Jangan sampai publik memaknainya seolah akan ada jutaan orang kehilangan pekerjaan pada 2026,” ujar Putra Nababan dalam rapat kerja bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, dalam praktik dunia usaha, penetapan target semestinya bersifat progresif dan meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, penurunan target perlu disertai penjelasan yang utuh, terutama karena disampaikan di awal tahun anggaran.

Putra juga mengingatkan bahwa pada 2025 sektor ekonomi kreatif mampu menyerap sekitar 27 juta tenaga kerja dengan nilai ekspor mencapai 29,21 miliar dolar AS. Namun, besarnya serapan tenaga kerja tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan para pekerja.

“Kalau dihitung kasar, rata-rata pendapatan per orang hanya sekitar Rp16 juta per tahun. Artinya, meski tenaga kerja terserap besar, nilai ekonomi yang dibawa pulang masih sangat tipis. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Selain itu, ia menyoroti ketimpangan arah investasi di sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, aliran investasi justru lebih banyak masuk ke subsektor yang tidak padat karya, seperti aplikasi dan digital, sementara subsektor padat karya seperti kuliner, fesyen, dan kriya relatif tertinggal.

“Subsektor aplikasi itu low labor, pekerjanya sedikit. Berbeda dengan kuliner, fesyen, dan kriya yang menyerap banyak tenaga kerja. Tapi justru investasi besar mengalir ke sektor yang minim tenaga kerja,” ungkap Legislator DKI Jakarta I ini. •atm/we

Berita terkait

Firman Soebagyo: Jangan Korbankan Petani Sawit Akibat Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo: Jangan Korbankan Petani Sawit Akibat Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Komisi VI Berkomitmen Panggil Mendag terkait Kebijakan Ekspor Pasir Laut
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Berkomitmen Panggil Mendag terkait Kebijakan Ekspor Pasir Laut
Hilirisasi Harus Jadi Haluan Baru Kebijakan Ekspor dan Pengelolaan Devisa
Ekonomi dan Keuangan
Hilirisasi Harus Jadi Haluan Baru Kebijakan Ekspor dan Pengelolaan Devisa
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Komisi IV: Perikanan Budidaya Harus Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Selanjutnya

RUU Masyarakat Hukum Adat Harus Jadi Instrumen Nyata Perlindungan Hak Konstitusi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3348)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h