E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Program Pemagangan Nasional Jangan Hanya Targetkan Jumlah Peserta, Harus Mampu Tekan Angka Pengangguran

Diterbitkan
Kamis, 22 Jan 2026 15.08 WIB
Bagikan:
Program Pemagangan Nasional Jangan Hanya Targetkan Jumlah Peserta, Harus Mampu Tekan Angka Pengangguran

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadidalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menaker Yassierli, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Foto: Riga/Mahendra.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti masih tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi serta meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tanah Air. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Nurhadi menyebut jumlah pengangguran terbuka dari kalangan lulusan perguruan tinggi masih berada di angka lebih dari satu juta orang.

“Data BPS menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi ini masih relatif tinggi, 1 juta lebih,” ujar Nurhadi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menaker Yassierli, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Nurhadi mengapresiasi program pemagangan nasional yang menargetkan 100 ribu peserta. Namun, ia menilai cakupan program tersebut masih sangat terbatas dibandingkan jumlah lulusan yang ada.

“Program pemagangan nasional kita apresiasi, tapi ini artinya baru sekitar 10 persen dari lulusan. Apakah ada target untuk memperluas jumlahnya agar lebih banyak yang merasakan program ini?” tanyanya.

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga menekankan pentingnya evaluasi berbasis dampak terhadap program pemagangan. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta semata.

“Outcome program pemagangan sering dinilai dari jumlah peserta, bukan dampaknya. Kita ingin tahu bagaimana mekanisme evaluasinya,” tegasnya.

Selain itu, Nurhadi mengkritisi kebijakan link and match antara perguruan tinggi dan industri yang dinilainya masih stagnan. Ia menilai belum ada indikator keberhasilan yang nyata, terutama ketika pengangguran sarjana justru meningkat.

“Pemerintah terus menggembar-gemborkan link and match, tapi dengan data pengangguran sarjana yang meningkat, ini berarti belum ada indikator keberhasilan yang jelas,” ujar legislator Dapil Jawa Timur VI itu.

Ia pun mempertanyakan sejauh mana koordinasi konkret antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan Tinggi dalam menyelaraskan lulusan dengan kebutuhan industri dalam negeri.

“Pernah tidak Pak Menteri duduk bersama Kemendikti dari hati ke hati, bagaimana produk pendidikan ini benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri?” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Nurhadi juga menyoroti lonjakan angka PHK yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Menurut Nurhadi, belum terlihat langkah konkret pemerintah dalam menahan laju PHK di tengah tekanan ekonomi dan dinamika ketenagakerjaan nasional.

“Tahun 2025 PHK mencapai 88.519, meningkat dari 2024 sebanyak 77.965, dan jauh dibanding 2022 yang hanya sekitar 25 ribu. Belum ada aksi nyata menghentikan laju PHK. Ini mohon menjadi atensi serius Pak Menteri,” pungkasnya. •uc/rdn

Berita terkait

Komisi IX Dorong Penguatan Program Magang, Tekan Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Dorong Penguatan Program Magang, Tekan Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi
Setjen DPR Terima 243 Peserta Program Pemagangan Nasional 2025
Isu Lainnya
Setjen DPR Terima 243 Peserta Program Pemagangan Nasional 2025
Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi
Kesejahteraan Rakyat
Pemagangan Harus Fokus pada Peningkatan Kompetensi, Bukan Eksploitasi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IX
Sebelumnya

Pelatih Baru Timnas Jangan Terjebak Pola Instan, Bangun Sistem Pembinaan Berkelanjutan

Selanjutnya

Komisi XI Dorong OJK Perkuat Regulasi dan Pengawasan Aset Kripto

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h