E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Perguruan Tinggi|PTS|Pendidikan|WNI|layanan kesehatan|OJK|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 10 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Penguatan SAR dan Sistem Peringatan Dini Diperlukan untuk Tekan Risiko Bencana

Diterbitkan
Selasa, 2 Des 2025 10.24 WIB
Bagikan:
Penguatan SAR dan Sistem Peringatan Dini Diperlukan untuk Tekan Risiko Bencana

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi V dengan Kepala BMKG dan Kepala Basarnas di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025). Foto: Arifman/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ancaman bencana yang terjadi hampir sepanjang tahun dinilai membutuhkan kesiapan jauh lebih kuat, baik dari sisi infrastruktur penyelamatan maupun kompetensi sumber daya manusia. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menilai situasi kebencanaan yang terus berulang menuntut pemerintah meningkatkan kemampuan deteksi dini serta respons cepat di lapangan.

“Indonesia ini dikepung bencana, baik tanah longsor, banjir bandang, gempa, tsunami, dan seterusnya. Ini memerlukan kesiapan kita dengan sarana-prasarana yang memadai,” ujar Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V dengan Kepala BMKG dan Kepala Basarnas di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025)

Ia menekankan bahwa kemampuan penyelamatan tidak hanya bertumpu pada peralatan, tetapi juga kualitas personel BNPP/Basarnas. Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan, proses evakuasi memiliki batas waktu krusial sehingga hanya dapat ditangani oleh petugas terlatih. Pemahaman terhadap prosedur penyelamatan dianggap menjadi faktor pembeda antara keberhasilan dan risiko fatal di lapangan.

“Golden time ini hanya bisa ditangani oleh orang-orang terampil, orang-orang terlatih dan orang-orang yang mengerti bagaimana cara menyelamatkan orang dalam situasi bencana. Niatnya menolong, kalau ditangani dengan cara salah bisa fatal akibatnya. Ini juga kenapa pelatihan SAR kita pandang perlu,” jelasnya.

Beredar informasi terkait siklon tropis yang terdeteksi di atas Sumatera hingga memicu hujan ekstrem setara curah hujan satu bulan. Fenomena ini, menurutnya, harus menjadi evaluasi kemampuan pemerintah dalam memprediksi kondisi cuaca berbahaya yang dapat memicu banjir bandang di berbagai wilayah. Ia menilai peningkatan teknologi deteksi dini tidak bisa lagi ditunda.

“Apakah teknologi kita, peralatan kita, sudah bisa mendeteksi ini? Sehingga masyarakat ada kewaspadaan,” tanyanya kepada Kepala BMKG yang hadir dalam rapat.

Ia mengakui bahwa karakter geografis dan pola pemukiman masyarakat membuat bencana sulit dihindari sepenuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa dampaknya dapat dikurangi signifikan melalui kewaspadaan, edukasi kebencanaan, dan sistem peringatan dini yang bekerja efektif. Menurutnya, mitigasi adalah instrumen penting untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian.

Lasarus mendorong BMKG dan Basarnas sebagai mitra Komisi V DPR RI untuk memperkuat koordinasi dengan BNPB, baik dalam penanganan maupun dalam antisipasi jangka panjang. Ia menilai penanggulangan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah bencana terjadi, tetapi juga harus mencakup upaya pencegahan di daerah berisiko tinggi. Ditegaskannya bahwa antisipasi dini merupakan bagian penting dari manajemen bencana yang tidak boleh diabaikan.

“Namanya penanggulangan ini, harusnya bukan hanya menanggulangi setelah terjadi bencana. Harusnya juga teman-teman di sana bekerja, melakukan pekerjaan bagaimana supaya bencana itu tidak terjadi di lokasi itu. Ditanggulangi lebih dini, antisipasi. Mengantisipasi dininya juga bagian dari menanggulangi Pak, sebelum terjadi bencana.” tutur politisi fraksi PDI-Perjuangan itu.

Sebagai penutup, Lasarus menyampaikan bahwa kawasan rawan bencana perlu dipetakan secara menyeluruh agar masyarakat tidak tinggal di lokasi yang memiliki risiko tinggi. Ia menilai pemetaan yang akurat akan membantu pemerintah memberikan edukasi dan kebijakan penataan ruang yang lebih aman. Upaya ini dianggap penting untuk meminimalkan korban dan kerusakan pada bencana-bencana berikutnya.

Data terbaru dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 menunjukkan eskalasi signifikan pada jumlah korban. Rekapitulasi hingga Senin (1/12/2025) pukul 16.58 WIB mencatat 533 orang meninggal dan lebih dari 500 lainnya masih hilang akibat banjir bandang dan longsor. Kondisi ini menggambarkan tingkat keparahan bencana yang menyebar di sejumlah wilayah.

Laporan sementara juga mencatat sekitar 2.500 warga mengalami luka serta lebih dari 553 ribu mengungsi. Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak pada sekitar 1,4 juta penduduk yang tersebar di 48 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Skala dampaknya menuntut penanganan lintas sektor dengan sumber daya yang lebih terkoordinasi.

Pada RDP tersebut, Kepala BNPP/Basarnas melaporkan bahwa pengerahan kekuatan untuk operasi SAR di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan yang terbesar sepanjang 2024–2025. Lebih dari 6.000 personel dikerahkan sejak bencana hidrometeorologi melanda kawasan tersebut pada 25 November 2025. Kapasitas ini menunjukkan upaya maksimal untuk mempercepat pencarian dan penyelamatan di titik-titik terdampak.

Peralatan SAR yang digunakan mencakup helikopter, drone thermal, kapal laut, perahu karet, truk, dan berbagai kendaraan taktis yang dikirim dari sejumlah kantor SAR di Sumatera dan Jakarta. Basarnas menyatakan bahwa kekuatan ini masih dapat ditambah seiring kebutuhan di lapangan, termasuk dukungan kapal dan helikopter tambahan untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi. Penguatan ini diharapkan dapat mempercepat evakuasi dan membuka akses ke daerah yang sulit dijangkau. •uc/rdn

Berita terkait

Komisi V DPR Dukung Perkuat Sistem Peringatan Bencana Dini di Seluruh Indonesia
Industri dan Pembangunan
Komisi V DPR Dukung Perkuat Sistem Peringatan Bencana Dini di Seluruh Indonesia
Komisi IX Minta Penguatan Sistem Peringatan Dini dan Pengawasan Pangan di Daerah
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Minta Penguatan Sistem Peringatan Dini dan Pengawasan Pangan di Daerah
Banjir Bandang-Longsor di Nduga Telan Banyak Korban, BNPB Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini
Kesejahteraan Rakyat
Banjir Bandang-Longsor di Nduga Telan Banyak Korban, BNPB Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini
Tags:#Berita Utama#Komisi V
Sebelumnya

Komisi VI Desak Garuda Percepat Transformasi, Minta KPI Jelas

Selanjutnya

Komisi XIII Minta Kemenkum Perkuat Perlindungan KI bagi Pelaku Ekraf dan Budaya Aceh

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI