E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Legislator Usul Lahan Tambang Jadi Perkebunan Energi Terbarukan

Diterbitkan
Kamis, 13 Nov 2025 09.39 WIB
Bagikan:
Legislator Usul Lahan Tambang Jadi Perkebunan Energi Terbarukan

Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Migas dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

PARLEMENTARIA, Jakarta — Di tengah upaya pemerintah mempercepat transisi menuju energi bersih, muncul gagasan baru dari parlemen. Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, mengusulkan agar lahan-lahan bekas tambang dan kawasan hutan yang digunakan oleh industri migas dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman penghasil energi terbarukan seperti bioetanol.

Menurut Ateng, langkah ini tidak hanya sejalan dengan agenda pengurangan emisi dan ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga dapat menekan biaya produksi energi baru tanpa mengorbankan ketahanan pangan nasional.

“Banyak kawasan hutan yang dipinjam pakai oleh perusahaan tambang dan migas. Mereka punya kewajiban melakukan reklamasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai. Nah, seharusnya ini bisa diarahkan ke tanaman yang menghasilkan bioetanol atau bahan energi terbarukan,” ujar Ateng dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Migas dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, saat ini ada lebih dari satu juta hektare lahan yang digunakan oleh sektor tambang dan migas di kawasan hutan. Bila sebagian dari lahan itu dimanfaatkan untuk tanaman energi, Indonesia dapat memperluas sumber bahan bakar terbarukan tanpa harus membuka hutan baru atau memperluas perkebunan sawit.

“Bayangkan kalau satu juta hektare itu diarahkan untuk bioetanol, tidak akan mengancam ketahanan pangan. Malah punya sektor sendiri dan bisa jadi solusi hijau,” tambahnya.

Ateng juga menyoroti bahwa program tersebut bisa menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pelaku industri energi dan tambang. Ia menilai, kebijakan rehabilitasi hutan selama ini masih sebatas penghijauan tanpa nilai ekonomi berkelanjutan.

“Selama ini Kementerian Kehutanan menanam supaya hijau saja. Padahal bisa diarahkan ke tanaman yang bernilai, seperti aren atau bahan baku bioetanol,” katanya.

Selain berdampak lingkungan, ia menilai langkah tersebut juga bisa memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan tambang. Warga dapat dilibatkan dalam penanaman dan pengelolaan tanaman energi, sekaligus mendapatkan tambahan pendapatan.

“Selama ini mereka bekerja dengan masyarakat. Nanti yang mengambil aren itu biar masyarakat, jadi sumber pendapatan baru bagi mereka,” ucap Legislator Fraksi PKS itu.

Meski mengakui biaya produksi energi terbarukan masih relatif tinggi, Ateng berpendapat program seperti ini harus tetap dijalankan sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian energi nasional.

“Kalau sedikit lebih mahal, tidak apa-apa. Yang penting kita jalan menuju kemandirian energi, daripada terus bergantung pada impor,” tegasnya.

Usulan Ateng tersebut menjadi warna baru dalam diskusi Komisi XII DPR RI yang tengah membahas implementasi B40–B50 dan rencana kebijakan E10. Ide ini dinilai selaras dengan arah kebijakan energi bersih sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060. •fa/aha

Berita terkait

Eddy Soeparno Ungkap IKN akan Jadi ‘Showcase’ untuk Dunia, Jadi Kota Pengguna Energi Baru Terbarukan
Kesejahteraan Rakyat
Eddy Soeparno Ungkap IKN akan Jadi ‘Showcase’ untuk Dunia, Jadi Kota Pengguna Energi Baru Terbarukan
Parlemen Remaja Jadi Wadah Pembelajaran Politik dan Kesadaran Energi Terbarukan
Isu Lainnya
Parlemen Remaja Jadi Wadah Pembelajaran Politik dan Kesadaran Energi Terbarukan
Peluang Investasi Energi Terbarukan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Politik dan Keamanan
Peluang Investasi Energi Terbarukan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XII
Sebelumnya

Musa Rajekshah Dorong Edukasi Tanggap Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

Selanjutnya

Komisi II Kawal Migrasi ASN dan Finalisasi Infrastruktur IKN Menuju Ibu Kota Politik 2028

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 62%
Angin: 11 km/h