E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

TB Hasanuddin: Maung Pindad Berpotensi Besar Jadi Mobil Nasional

Diterbitkan
Kamis, 30 Okt 2025 15.42 WIB
Bagikan:
TB Hasanuddin: Maung Pindad Berpotensi Besar Jadi Mobil Nasional

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin. Foto: Arief/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto yang berkeinginan menjadikan mobil Maung produksi PT Pindad sebagai mobil nasional. Ia berharap, Presiden Prabowo bisa mewujudkan rencana tersebut, karena selama ini Indonesia belum memiliki mobil nasional yang benar-benar lahir dari kemampuan industri dalam negeri.

“Saya kira sangat bagus. Dalam sejarah otomotif kita, Indonesia belum pernah punya mobil nasional. Dulu ada Timor, tapi itu dari Korea. Bimantara juga dari Hyundai. Pak Habibie sempat merencanakan mobil Maleo, tapi tidak jadi. Terakhir Esemka, tapi sekarang juga tidak ada. Jadi, saya berharap Presiden bisa mewujudkan mobil Maung sebagai mobil nasional,” ujar Hasanuddin dalam keterangan resminya kepada Parlementaria, di Jakarta, Rabu (29/10/2025). 

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto berkelakar bahwa menteri Kabinet Merah Putih akan segera beralih menggunakan mobil Maung Pindad. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10). 

Hasanuddin pun setuju apabila Maung Pindad segera diproduksi massal. Namun, ia mengingatkan bahwa produksi massal Maung perlu disertai dengan konsep besar yang matang, termasuk strategi pemasaran dan sistem purna jual di seluruh daerah.

“Kalau nanti Maung diproduksi massal, tentu harus ada konsep besar, marketing dan jaringan purna jualnya harus siap. Penjualan suku cadang juga penting, terutama di daerah,” ujar Hasanuddin.

“Saya kira Pindad cukup mampu membuat sebagian besar komponennya karena mereka punya divisi otomotif sendiri,” imbuh Legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Hasanuddin menilai, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mobil Maung tidak harus langsung mencapai 100 persen. Terpenting, kata dia, Maung menjadi simbol nyata karya anak bangsa yang membanggakan Indonesia.

“Walaupun mungkin kandungannya belum 100 persen dalam negeri, itu tidak masalah. Tidak ada satu pun produk otomotif di dunia ini yang sepenuhnya buatan dalam negeri. Yang penting, Maung harus menjadi karya anak bangsa yang membanggakan Indonesia,” papar Hasanuddin. 

“Apalagi Maung punya keunggulan ganda, bisa dipakai untuk versi sipil maupun militer. Saya pernah naik, untuk kelas jeep, cukup bagus,” imbuh Legislator dari Dapil Jawa Barat IX itu. 

Lebih lanjut, Hasanuddin menilai dari sisi pertahanan dan kemandirian industri, keberadaan Maung sangat penting karena dapat menjadi tonggak awal kemandirian industri otomotif nasional yang kompetitif.

“Kalau ada produk Indonesia sekelas jeep dan harganya kompetitif dibanding mobil luar, itu akan jadi keunggulan tersendiri,” ungkap Hasanuddin.

Ke depan, Hasanuddin menilai kelas jeep Maung bisa dikembangkan menjadi angkutan sedang dengan sedikit modifikasi. “Potensinya besar, dan kita patut bangga serta berdoa agar program ini berhasil,” tuturnya.

Hasanuddin juga menilai, peluang kolaborasi dengan pihak swasta, baik dalam maupun luar negeri, tetap harus terbuka untuk memperkuat kualitas dan daya saing produk.

“Produk berteknologi tinggi memang sulit dikerjakan sendiri. Bahkan pesawat Boeing pun tidak sepenuhnya dibuat sendiri. Jadi, kolaborasi dengan swasta dalam negeri maupun asing sangat mungkin dilakukan, selama tujuannya memperkuat industri nasional,” terang Hasanuddin.

Sementara terkait pembiayaan, Anggota Komisi DPR yang membidangi urusan pertahanan itu menjelaskan bahwa kendaraan untuk kebutuhan militer akan dibiayai melalui anggaran pertahanan. Sedangkan untuk versi sipil, kata Hasanuddin, perlu melibatkan pihak swasta agar tidak membebani keuangan negara.

“Untuk kendaraan militer, biayanya berasal dari anggaran pertahanan. Sementara versi sipil sebaiknya melibatkan pihak swasta agar proses produksi dan penjualannya bisa menjangkau pasar lebih luas,” terangnya.

Hasanuddin berharap, rencana Presiden Prabowo menjadikan mobil Maung sebagai mobil nasional berjalan lancar. Ia pun menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

“Yang penting kita dukung bersama. Ini kebanggaan kita punya kendaraan nasional yang benar-benar karya anak bangsa. Mudah-mudahan sukses dan bisa menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkas Hasanuddin. •pun

Berita terkait

Rayakan HUT ke-79, TB Hasanuddin Optimistis DPR Jadi Lebih Baik
Isu Lainnya
Rayakan HUT ke-79, TB Hasanuddin Optimistis DPR Jadi Lebih Baik
Blank Spot Masih Jadi Kendala, TB Hasanuddin Minta Infrastruktur Digital Diperkuat
Politik dan Keamanan
Blank Spot Masih Jadi Kendala, TB Hasanuddin Minta Infrastruktur Digital Diperkuat
TB Hasanuddin: Usut Pejabat yang Biarkan Bandara ‘Siluman’ di Morowali Beroperasi
Politik dan Keamanan
TB Hasanuddin: Usut Pejabat yang Biarkan Bandara ‘Siluman’ di Morowali Beroperasi
Tags:#Komisi I#Seputar Parlemen
Sebelumnya

Hidupkan Kembali Semangat Sumpah Pemuda untuk Jawab Tantangan Zaman!

Selanjutnya

Selly Andriany: Penurunan BPIH Harus Diikuti dengan Jaminan Kualitas Pelayanan Haji

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h