E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VI Soal BUMN Tambang Motor Utama Industrialisasi: Jangan Hanya Jadi Penonton!

Diterbitkan
Senin, 29 Sep 2025 13.32 WIB
Bagikan:
Komisi VI Soal BUMN Tambang Motor Utama Industrialisasi: Jangan Hanya Jadi Penonton!

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat RDP Komisi VI DPR RI dengan jajaran direksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT. Inalum, dan PT Vale Indonesia Tbk di.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Dorongan hilirisasi mineral bukanlah agenda baru. Sejak tahun 2020, pemerintah telah melarang ekspor bijih nikel mentah untuk mendorong industrialisasi dalam negeri. Sejumlah proyek smelter nikel, bauksit, hingga tembaga tengah dibangun di berbagai wilayah, termasuk proyek besar di Maluku Utara dan Sulawesi.

Memahami kebutuhan ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengingatkan sektor pertambangan mineral, khususnya nikel, bauksit, dan tembaga, tidak lagi bisa dipandang sebatas komoditas mentah. Sebab itu, ia ingin menempatkan BUMN tambang sebagai motor utama industrialisasi.

Baginya, Indonesia tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton, melainkan perlu menjadi aktor utama industrialisasi, termasuk dalam peralihan dunia menuju energi bersih dan kendaraan listrik. Pernyataan ini disampaikan saat dirinya membuka agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan jajaran direksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT Vale Indonesia Tbk di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Dirinya menyebut mineral strategis tersebut kini menjadi fondasi masa depan ekonomi Indonesia, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. “Pertambahan mineral khususnya nikel, bauksit, dan tembaga bukan lagi sekedar komoditas mentah. Sektor ini telah ditetapkan sebagai pilar fundamental yang akan menentukan nasib Indonesia dalam persaingan global,” kata Andre.

Apalagi, menurutnya, keberhasilan hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia mampu keluar dari “jebakan negara pengekspor bahan mentah. Perlu diketahui, pemerintah kini memiliki visi besar agar Indonesia berperan sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia.

Tentu, upaya transformasi sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti komponen baterai kendaraan listrik (EV battery) hingga produk aluminium, merupakan langkah strategis untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di rantai pasok global industri kendaraan listrik. Dalam konteks itu, Antam, Inalum, dan Vale dipandang sebagai pilar utama yang menentukan arah hilirisasi mineral nasional.

“Oleh karena itu, kehadiran ketiga entitas kunci dalam RDP pada hari ini sangatlah strategis. Ketiganya perlu memiliki rencana kerja dan aksi korporasi yang tersusun dengan matang guna mewujudkan hilirisasi produk pertambangan menuju kemandirian industri mineral nasional,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Komisi VI DPR RI memiliki tanggung jawab untuk mengawal agar seluruh rencana kerja dan aksi korporasi tersebut dijalankan secara efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan nasional. “Kami berharap RDP hari ini dapat menghasilkan komitmen yang kuat dan langkah-langkah strategis yang terukur demi memastikan multiplier effect dari kekayaan mineral ini benar-benar kembali sebesar-besarnya untuk kemampuan rakyat,” pungkas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu. •um/rdn

Berita terkait

UU KADIN Perlu Direvisi, Legislator: Pengusaha Daerah Jangan Hanya Jadi Penonton
Politik dan Keamanan
UU KADIN Perlu Direvisi, Legislator: Pengusaha Daerah Jangan Hanya Jadi Penonton
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Industri dan Pembangunan
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Berpotensi Monopoli Pasar, Negara Jangan Hanya Jadi Penonton Merger Grab-GoTo
Populer
Berpotensi Monopoli Pasar, Negara Jangan Hanya Jadi Penonton Merger Grab-GoTo
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Tidak Selesai Hampir Dua Dekade, Komisi V Minta Kaji Ulang Penanganan Lumpur Sidoarjo

Selanjutnya

Kawendra Lukistian: BUMN Tambang Harus Transparan dan Akuntabel Tangani Banyaknya Persoalan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h