E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Komisi X dan Kementerian Kebudayaan Bahas Sejarah Nasional yang Lebih Inklusif

Diterbitkan
Selasa, 27 Mei 2025 15.24 WIB
Bagikan:
Komisi X dan Kementerian Kebudayaan Bahas Sejarah Nasional yang Lebih Inklusif
PARLEMENTARIA, Jakarta — Komisi X DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, untuk membahas rencana pemerintah dalam menyusun ulang sejarah nasional Indonesia di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025). Raker ini dipimpin oleh Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, dan difokuskan pada klarifikasi serta pendalaman rencana penulisan sejarah Indonesia yang belakangan memunculkan sejumlah polemik di publik.

Hetifah menyampaikan bahwa Komisi X ingin mendapatkan penjelasan lebih mendalam mengenai kebijakan penulisan ulang sejarah nasional, termasuk tujuan, pendekatan, serta pihak-pihak yang dilibatkan. Ia menegaskan bahwa raker ini adalah bagian dari fungsi pengawasan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang.

“Penulisan ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi menjadi panduan masa depan. Kami juga ingin memastikan tidak ada bias, termasuk mendorong sejarah yang lebih adil dan inklusif, terutama dalam hal representasi perempuan,” ujar Hetifah.

Ia juga menyampaikan adanya kekhawatiran masyarakat mengenai potensi tafsir tunggal dari pemerintah dan keterbatasan partisipasi publik dalam penyusunan sejarah ini, sebagaimana disampaikan dalam audiensi dengan perwakilan masyarakat pada 19 Mei lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penulisan sejarah yang tengah direncanakan tidak bertujuan untuk menghapus atau mendistorsi fakta sejarah, melainkan melakukan pemutakhiran yang sudah lama tertunda. Ia menjelaskan bahwa sejarah nasional terakhir kali ditulis secara resmi oleh pemerintah pada 2008 dan hanya mencakup hingga era Presiden BJ Habibie.

“Sejak tahun 2002, tidak ada pembaruan. Sejarah era Presiden Megawati, SBY, hingga Jokowi belum tercakup. Bahkan, Pemilu 1999 dan seterusnya pun tidak terdokumentasi dalam buku sejarah nasional yang digunakan sekarang,” ujar Fadli Zon.

Ia juga menepis anggapan adanya penghilangan peran perempuan dalam sejarah. “Justru kami ingin memperkuat keterlibatan perempuan dalam narasi sejarah Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fadli membawa sejumlah buku sejarah sebagai contoh, termasuk edisi lama Sejarah Nasional Indonesia serta buku Indonesia dalam Arus Sejarah dan karya-karya referensi internasional. Ia menekankan perlunya memperkaya narasi sejarah dengan pendekatan yang lebih beragam dan ilmiah.

Komisi X berharap rencana penulisan sejarah nasional ini dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan objektif. Dalam rapat ini Komisi X mengharapankan agar kementerian melibatkan lebih banyak ahli sejarah, akademisi, dan perwakilan masyarakat dalam proses penulisan untuk memastikan sejarah yang inklusif dan representatif bagi seluruh rakyat Indonesia. •ssb/aha

Berita terkait

Komisi X Dorong SPMB 2027 Lebih Berkeadilan bagi PTN dan PTS
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Dorong SPMB 2027 Lebih Berkeadilan bagi PTN dan PTS
Komisi X Dukung Tambahan Anggaran Kemenbud untuk Perkuat Program Kebudayaan
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Dukung Tambahan Anggaran Kemenbud untuk Perkuat Program Kebudayaan
Komisi X Minta Negara Lebih Serius Perhatikan PTS dan Dosen
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Minta Negara Lebih Serius Perhatikan PTS dan Dosen
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Banyak Jemaah Haji Wafat Sebelum Puncak, Timwas DPR Soroti Proses Pemeriksaan Kesehatan

Selanjutnya

RUU KUHAP Harus Lebih Baik, Komisi III Terbuka Terima Masukan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h