
Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI yang dipimpin dengan meninjau langsung Tangsi Belanda dan Istana Siak.|Foto : Runi/Andri
PARLEMENTARIA, Siak — Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal pelestarian berbagai situs bersejarah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Komitmen tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI yang dipimpin dengan meninjau langsung Tangsi Belanda dan Istana Siak, Rabu (22/7/2026).
Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari menyampaikan kunjungan lapangan menjadi kesempatan bagi Komisi X untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah cagar budaya yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Ia menyoroti kondisi Tangsi Belanda yang saat ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, siswa yang sebelumnya memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran sejarah kini tidak lagi dapat berkunjung karena kondisi bangunan dinilai tidak aman.
"Kami mendengar langsung dari para guru bahwa setiap tahun anak-anak belajar sejarah di tempat ini. Mereka sangat antusias, namun sekarang aktivitas tersebut terhenti karena kondisi bangunan yang memerlukan penanganan serius," kata Karmila.
Karmila menegaskan, pelestarian situs sejarah tidak boleh dipandang sebagai sekadar upaya menjaga bangunan tua, melainkan menjaga identitas bangsa. Menurutnya, arsip, benda bersejarah, hingga bangunan peninggalan masa lalu merupakan bagian dari jati diri bangsa yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Sejarah tidak bisa diulang. Kalau tidak kita rawat dengan baik, maka sejarah itu akan hilang. Ketika sejarah hilang, jati diri bangsa juga ikut hilang. Karena itu, pelestarian cagar budaya harus menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Ia juga menilai Kabupaten Siak memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Beragam situs cagar budaya yang tersebar di wilayah tersebut dinilai layak dipromosikan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional mengingat lokasinya yang relatif mudah dijangkau dari ibu kota provinsi.
"Kami ingin cagar budaya di Siak menjadi destinasi wisata sejarah yang dikenal lebih luas. Potensinya sangat besar dan harus didukung melalui pemugaran serta pengelolaan yang baik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Politisi Dapil Riau I memastikan Komisi X akan membawa seluruh hasil kunjungan tersebut ke dalam pembahasan bersama mitra kerja, khususnya Kementerian Kebudayaan. Ia berharap kebutuhan anggaran pemugaran situs-situs bersejarah di Siak dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Kehadiran Komisi X langsung ke lapangan menjadi bentuk perhatian. Kami akan mengawal agar pemugaran Tangsi Belanda maupun situs-situs bersejarah lainnya dapat diprioritaskan sehingga kembali berfungsi sebagai objek wisata sejarah yang aman, nyaman, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat," pungkasnya. (rni/aha)