E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

DPR Minta Kemensos Perbaiki Penyaluran Bansos dan Program Pemberdayaan

Diterbitkan
Senin, 10 Feb 2025 14.23 WIB
Bagikan:
DPR Minta Kemensos Perbaiki Penyaluran Bansos dan Program Pemberdayaan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menilai program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) belum efektif. Menurutnya, meski Kemensos mendapat anggaran yang besar—bahkan pernah mencapai Rp100 triliun—hasilnya belum menunjukkan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Program yang ada sekarang hanya gono-gono wae dan tidak menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujar Wachid dalam rapat kerja dengan Menteri Sosial di Ruang Rapat Komisi VIII, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Wachid menyoroti bahwa program bantuan sosial (bansos) tidak memberikan solusi jangka panjang. Ia meminta Kemensos berinovasi dan merancang program yang lebih efektif, terutama bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin.

“Bantuan seperti beras atau uang yang diberikan setiap bulan hanya memberikan bantuan sementara tanpa solusi permanen untuk keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan pentingnya evaluasi dan perbaikan program sosial agar manfaatnya lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, program yang diberikan harus mampu mendorong keluarga miskin untuk bangkit dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Evaluasi mendalam terhadap penerima bansos dan dampak nyata dari program-program tersebut sangat diperlukan agar pengentasan kemiskinan tidak sekadar menjadi formalitas tanpa hasil yang berarti.

“Data kemiskinan harus dievaluasi kembali, apakah sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika tidak, maka perlu ada perubahan,” tegasnya.

Senada dengan Wachid, Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, menyoroti bahwa sekitar 40 persen penerima bansos tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat yang tidak seharusnya menerima bantuan, tetapi tetap mendapatkannya akibat permasalahan dalam sistem pendataan dan alokasi yang belum akurat.

“Kemensos harus berani mengambil langkah tegas agar bantuan sosial tidak menjadi komoditas politik. Perlu ada surat edaran yang jelas untuk memastikan ketegasan dalam penyaluran bantuan, termasuk peran kepala desa dalam memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” katanya.

Achmad menegaskan bahwa fokus utama Kemensos seharusnya adalah menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan. Namun, ia menilai upaya ini belum berjalan maksimal.

“Ruh dari Kemensos adalah mengurangi kemiskinan, tetapi banyak program yang belum efektif. Pemberdayaan harus lebih dikuatkan dan terlihat jelas di lapangan,” ujarnya.

Untuk memastikan efektivitas program, Achmad menekankan pentingnya pengawasan dan pemutakhiran data secara berkala. Menurutnya, survei langsung perlu dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui siapa yang sudah keluar dari kemiskinan dan siapa yang masih berhak menerima bantuan.

“Jika pengawasan dilakukan dengan baik, angka kemiskinan akan terus menurun, dan ekonomi Indonesia bisa semakin baik,” pungkasnya. •rnm/aha

Berita terkait

Syaiful Huda Minta Program Dana Desa dan Transmigrasi Tepat Sasaran dan Transparan
Industri dan Pembangunan
Syaiful Huda Minta Program Dana Desa dan Transmigrasi Tepat Sasaran dan Transparan
Komisi VII Minta BSN Perbaiki Program Kerja dan Anggaran TA 2025
Ekonomi dan Keuangan
Komisi VII Minta BSN Perbaiki Program Kerja dan Anggaran TA 2025
Sekjen DPR Komitmen Perbaiki Kearsipan dan Keterbukaan Informasi Publik
Isu Lainnya
Sekjen DPR Komitmen Perbaiki Kearsipan dan Keterbukaan Informasi Publik
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VIII
Sebelumnya

Kecelakaan di GT Ciawi, Bakri: DPR Akan Bentuk Panja Standardisasi Jalan Tol

Selanjutnya

Dorong Modernisasi Imigrasi Batam:Tingkatkan Keamanan Perbatasan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h