E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Adrianus Soroti Program Makan Bergizi Gratis dan Keamanan Pangan Guna Mencapai Swasembada di 2029

Diterbitkan
Jumat, 8 Nov 2024 12.42 WIB
Bagikan:
Adrianus Soroti Program Makan Bergizi Gratis dan Keamanan Pangan Guna Mencapai Swasembada di 2029

Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot. Foto: Arief/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Adrianus Asia Sidot menyoroti pentingnya upaya pencapaian swasembada pangan pada tahun 2029. Hal itu disampaikan Adrianus dalam Rapat Kerja Komisi IV dengan Badan Pangan Nasional dan Badan Karantina di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/06/2024).

Adrianus menyampaikan bahwa visi pemerintahan Prabowo adalah mendorong kemandirian pangan secara nasional. “Supaya Indonesia benar-benar berswasembada pangan, paling tidak pada tahun 2029. Itu yang ingin kita tuju,” jelasnya.

Dalam pertemuan ini, Ardianus menjelaskan perlunya pemerintah mengoptimalkan lahan-lahan pertanian yang sudah ada, seperti di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, serta tidak hanya berfokus pada ekspansi sawah baru. Adrianus menekankan bahwa ekstensifikasi lahan, seperti proyek cetak sawah baru di Kalimantan Tengah dan Merauke, memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan.

“Nah tapi juga harapan saya pemerintah jangan hanya melakukan ekstensifikasi karena ini dampak lingkungannya juga cukup besar,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

“Jadi pemerintah juga harus menggenjot produksi pangan di daerah-daerah yang sudah ada sawahnya, sudah existing gitu kan,” imbuhnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga menyinggung isu diversifikasi pangan, yang dinilai menjadi aspek penting untuk kemandirian pangan. Menurutnya, penyediaan pangan nasional tidak harus dalam bentuk beras. Terlebih, tidak semua makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi

 “Ada yang makan jagung, ada yang makan sagu, kayak Indonesia Timur itu kan umumnya sagu,” tambahnya.

Ardianus menekankan pentingnya perlindungan hutan sagu yang menjadi sumber pangan utama bagi masyarakat setempat, terutama di daerah yang terkena dampak lingkungan seperti Timika Lebih lanjut, Ardianus menanggapi program makan siang gratis bagi anak sekolah.

“Ini penting ya. Jadi keamanan pangan ini juga kan sangat berpengaruh. Pada umumnya petani itu mengolah lahan-lahan itu kan dengan bantuan misalnya herbisida, lalu insektisida, menggunakan pupuk-pupuk kimia Kandungan bahan-bahan berbahaya, pada makanan ini kan tinggi sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kandungan kimia seperti herbisida dan insektisida di beberapa produk pangan masih belum diawasi dengan baik di Indonesia, berbeda dengan standar di Singapura yang lebih ketat

“Jadi keamanan pangan yang terkait dengan kandungan bahan kimia, dengan pengawet dan seterusnya, ini sangat-sangat penting diperhatikan oleh siapa saja, oleh semua pemegang kepentingan, semua stakeholders yang berkaitan dengan pemberian makanan bergizi gratis. Terutama kepada anak-anak sekolah, karena ini kaitannya dengan tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak sekolah.” tegas Ardianus.

Terakhir, Ardianus menyarankan penguatan metode pertanian organik, penggunaan rekayasa tanaman yang tahan hama, serta pengurangan penggunaan bahan kimia melalui mekanisasi.

“Yang pertama kan memang penguatan pada on-farm-nya ya, penggunaan alat bahan-bahan kimia kayak herbisida ini bisa ditekan dengan mekanisasi. Jadi mulai dari pengolahan, pemupukan, kemudian penanggulangan hama dan penyakit. Ini harus diperhatikan betul agar beras atau pangan yang dihasilkan itu benar-benar pada titik aman untuk dikonsumsi, oleh anak-anak terutama tapi juga oleh semua masyarakat,” tutupnya. •mj,hal/rdn

Berita terkait

Pariwisata RI Kalah Saing di ASEAN, Legislator Soroti Transportasi dan Keamanan
Industri dan Pembangunan
Pariwisata RI Kalah Saing di ASEAN, Legislator Soroti Transportasi dan Keamanan
Firman Soebagyo Soroti Masalah Produksi dan Distribusi Pangan di Sumatera Selatan
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo Soroti Masalah Produksi dan Distribusi Pangan di Sumatera Selatan
Tantangan Keamanan Pangan dalam Program MBG di Kabupaten Bandung Jadi Sorotan Komisi IX
Kesejahteraan Rakyat
Tantangan Keamanan Pangan dalam Program MBG di Kabupaten Bandung Jadi Sorotan Komisi IX
Tags:#Komisi IV
Sebelumnya

Daripada Gonta-Ganti Kurikulum, Mendikdasmen Fokus Saja Soal Kesejahteraan Guru

Selanjutnya

Tidak Hanya Beras, Program Makan Bergizi Gratis Perlu Hadirkan Pangan dari Varietas Lain

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h