E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Terjadi Deflasi, Anis Ingatkan Potensi Melemahnya Daya Beli

Diterbitkan
Rabu, 14 Agu 2024 10.24 WIB
Bagikan:
Terjadi Deflasi, Anis Ingatkan Potensi Melemahnya Daya Beli

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. Foto: Munchen/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami deflasi selama tuga bulan beruntun. Pada Juli 2024 terjadi deflasi 0,18 persen (month to month/mtm) dengan Indeks Harga Konsumen turun dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,09 pada Juli 2024. Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengingatkan bahwa deflasi bisa jadi sinyal dini yang mengindikasikan melemahnya daya beli.

“Deflasi bisa menjadi sinyal bahaya, karena mengindikasikan melemahnya daya beli masyarakat, tercermin juga pada penurunan pertumbuhan tahunan simpanan di bank dari 7,8 persen jadi hanya 4,1 persen utamanya tabungan di bawah Rp100 juta,” kata Anis dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Selasa (13/08/2024).

Politisi Fraksi PKS itu kemudian menerangkan bahwa turunnya daya beli masyarakat dapat memengaruhi pendapatan negara yang diakibatkan dari penurunan PPN dan turunnya setoran pajak industri perdagangan.

Anis mengkhawatirkan bila daya beli masyarakat yang anjlok berkepanjangan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi terhambat, sehingga kemiskinan akan semakin meningkat. Ia lantas mengaitkannya dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia yang masih menjadi salah satu tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Tentunya Pemerintah harus aware dengan situasi ini. Jangan lengah dan menyangkal penurunan daya beli. Angka PHK saja meningkat, dan menurut data BPS jumlah pengangguran masih tercatat 7,2 juta jiwa. Sementara angka PHK juga mengalami lonjakan di periode Januari-Juni 2024 mencapai 32.064 orang menurut data Kemnaker, angka tersebut naik 21,4 persen dari periode yang sama tahun lalu, artinya kondisi perekonomian melemah,” ungkap Wakil Ketua BAKN DPR RI ini.

“Jangan lengah dan menyangkal penurunan daya beli. Angka PHK saja meningkat, dan menurut data BPS jumlah pengangguran masih tercatat 7,2 juta jiwa”

Legislator dari Dapil Jakarta Timur II ini juga mengingatkan pemerintah agar terus berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan instrumen fiskal, utamanya untuk masyarakat kelas menengah yang belum mendapat perlindungan sosial.

“Selain itu untuk meningkatkan daya beli terutama dengan investasi, utamanya investasi yang berkualitas dan di sektor padat karya, yang selama ini Indonesia belum mendapatkan banyak investasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Anis menyebut pada akhir periode pemerintahan Joko Widodo jumlah kelas menengah menurun dan berdampak pada turunnya daya beli masyarakat. Menutup pernyataan resminya, Anis menilai apabila kondisi penurunan daya beli tidak segera ditangani pada periode pemerintahan ini maka bisa memberikan beban pada pemerintahan selanjutnya.

“Jika pemerintahan tidak berakhir husnul khotimah, tentunya akan mewariskan beban fiskal yang kian berat, anjloknya daya beli memengaruhi rasio pajak atas PDB dan menyulitkan pemerintahan baru,” pungkasnya. •uc/rdn

Berita terkait

Anis Byarwati: Waspadai Deflasi Tahunan, Daya Beli Masih Lemah
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati: Waspadai Deflasi Tahunan, Daya Beli Masih Lemah
Jadi Alarm Dini Melemahnya Daya Beli Masyarakat, Inflasi Rendah Bukan Prestasi
Ekonomi dan Keuangan
Jadi Alarm Dini Melemahnya Daya Beli Masyarakat, Inflasi Rendah Bukan Prestasi
UMP 2026 Diprotes Buruh, Edy Wuryanto Ingatkan Upah Layak dan Daya Beli Pekerja Harus Jadi Acuan
Kesejahteraan Rakyat
UMP 2026 Diprotes Buruh, Edy Wuryanto Ingatkan Upah Layak dan Daya Beli Pekerja Harus Jadi Acuan
Tags:#Berita Utama#Komisi XI
Sebelumnya

Kawal Penegakan Keadilan di Tanah Air

Selanjutnya

Kementerian dan Lembaga Terkait Harus Segera Investigasi Dugaan Bocornya Data ASN oleh Peretas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h