
Anggota Komisi VI DPR RI Zulfikar Hamonangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Kepala BP Batam, Kepala BPKS, dan Ketua KPPU, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. |Foto: Mares/sai
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Zulfikar Hamonangan mendorong Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja di Batam. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Kepala BP Batam, Kepala BPKS, dan Ketua KPPU, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Zulfikar mengungkapkan, sekitar 40 ribu tenaga kerja baru terserap di Batam pada tahun 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sekitar 30 ribu lapangan pekerjaan baru. Ia menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan kawasan industri di Batam yang perlu diimbangi dengan kesiapan SDM.
“Penambahan tenaga kerja baru di Batam luar biasa. Data-data yang kami miliki menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik,” ujar Zulfikar.
Untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut, Zulfikar mendorong strategi penyiapan tenaga kerja yang lebih terarah, salah satunya melalui kerja sama antara kawasan industri di Batam dengan daerah yang masih memiliki keterbatasan lapangan pekerjaan. Batam, menurutnya, dapat menjadi salah satu wilayah tujuan penyaluran tenaga kerja dari daerah tersebut.
Namun, penyaluran tenaga kerja perlu didukung fasilitas pelatihan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Zulfikar mendorong penyediaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat yang belum memiliki keahlian sebelum ditempatkan di perusahaan.
“Paling tidak di sana disediakan. Lalu ada BLK, untuk bagaimana melatih masyarakat yang non-skill itu, agar mereka ketika datang ke Batam sudah ada tempat untuk pelatihannya,” katanya.
Selain BLK, Zulfikar menyoroti kebutuhan asrama atau tempat penampungan bagi pekerja dari daerah lain. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan.
Ia menegaskan, pengembangan Batam tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga SDM yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Ketersediaan SDM tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung investasi sekaligus penciptaan lapangan kerja.
“Konsep daripada investasi bukan hanya kita bicara infrastruktur, tapi sumber daya manusia, SDM itu juga penting,” ujar Legislator Fraksi Partai Demokrat itu.
Di sisi lain, Zulfikar meminta BP Batam memperhatikan kemudahan perizinan dan pelayanan investasi. Menurutnya, kualitas pelayanan perlu diperkuat untuk mendukung minat investor, termasuk dari Singapura.
“Jadi service ini sekarang yang menjadi utama untuk dipecahkan dalam persoalan di Batam ini,” kata Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.
Zulfikar berharap penyerapan tenaga kerja di Batam terus meningkat. Menurutnya, dengan dukungan kebijakan, anggaran, pelatihan, dan fasilitas yang memadai, penyerapan tenaga kerja yang saat ini mencapai sekitar 40 ribu pada tahun 2026 dapat terus meningkat hingga 100 ribu tenaga kerja.(drl/rdn)