E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Komisi XII|Komisi V|Syahrul Aidi Maazat|Expert Round Table Discussion|Ravindra Airlangga|Komisi VIII|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Komisi XII|Komisi V|Syahrul Aidi Maazat|Expert Round Table Discussion|Ravindra Airlangga|Komisi VIII|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Komisi XII|Komisi V|Syahrul Aidi Maazat|Expert Round Table Discussion|Ravindra Airlangga|Komisi VIII|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Nanang: Penetapan Desil Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil Masyarakat

Diterbitkan
Kamis, 17 Sep 2026 20.41 WIB
Bagikan:
Nanang: Penetapan Desil Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil Masyarakat

Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra saat mengikuti Kunjungan Spesifik ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). |Foto: Ulfi/Karisma

PARLEMENTARIA, Bekasi – Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra menyoroti akurasi penetapan desil dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos). Pasalnya, masih ditemukan masyarakat yang bantuan sosialnya terhenti secara tiba-tiba akibat perubahan desil, meskipun kondisi sosial ekonominya dinilai belum mengalami perubahan signifikan.

 

Hal tersebut disampaikan Nanang saat Komisi VIII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait penyaluran bansos, termasuk persoalan penetapan desil yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Lihat Juga :

Marinus Gea: Program Kopdes Merah Putih Harus Menjawab Kondisi Riil Papua

Marinus Gea: Program Kopdes Merah Putih Harus Menjawab Kondisi Riil Papua

Puteri Komarudin: Wacana Kenaikan Pajak Harus Pertimbangkan Kondisi Sosial Masyarakat

Puteri Komarudin: Wacana Kenaikan Pajak Harus Pertimbangkan Kondisi Sosial Masyarakat

 

“Keluhan masyarakat yang saya terima kebanyakan tentang bansos yang selama ini mereka terima, tiba-tiba hilang atau dihapuskan tanpa ada informasi. Alasannya karena masuk desil di atas lima. Desil ini masih sesuatu yang awam bagi masyarakat, sehingga perlu diberikan penjelasan secara paripurna,” ujar Nanang.

 

Menurutnya, proses pendataan perlu dilakukan secara lebih mendalam agar setiap variabel yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kekeliruan dalam memahami pekerjaan maupun kondisi tempat tinggal, katanya, dapat berdampak terhadap perubahan klasifikasi desil seseorang.

 

Nanang mencontohkan, masyarakat yang bekerja serabutan dapat tercatat sebagai wiraswasta hanya karena menyebut jenis pekerjaan yang sedang dijalaninya saat pendataan. Demikian pula kondisi rumah yang menggunakan lantai keramik atau marmer belum tentu menunjukkan kemampuan ekonomi pemiliknya, karena rumah tersebut bisa saja merupakan tempat kos atau kontrakan.

 

“Variabel-variabel seperti itu harus didetailkan ketika menanya kepada masyarakat, supaya hasil pendataannya sungguh-sungguh sesuai dengan kondisi mereka,” tegasnya.

 

Karena itu, Nanang menilai pendataan tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan target, tetapi juga harus memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat sebagai objek pendataan. Ia mendorong penyempurnaan formula penetapan desil dengan mengoptimalkan data mikro berbasis nama dan alamat atau by name, by address.

 

“Data mikro itu by name, by address tersedia. Jadi orangnya kita tahu, alamatnya di mana kita tahu. Kalau mau nanya persentase untuk membuat kebijakan, minta BPS. Kalau mau nanya by name, by address, minta DTKS,” jelasnya.

 

Selain persoalan akurasi data, Nanang menyoroti aspirasi masyarakat penyandang disabilitas yang tetap membutuhkan bantuan meskipun tercatat dalam desil tinggi. Menurutnya, kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, fakir miskin, dan anak yatim membutuhkan skema perlindungan yang tidak semata-mata ditentukan berdasarkan klasifikasi desil.

 

“Anak saya disabilitas, kenapa masuk desil 10? Apakah desil 10 tidak boleh dapat bantuan? Pertanyaan seperti itu hampir sama semua,” ungkap Nanang.

 

Ia menilai bantuan bagi kelompok rentan perlu diarahkan untuk memastikan mereka dapat menjalani kehidupan secara layak serta, sepanjang memungkinkan, memperoleh dukungan untuk meningkatkan penghasilan dan kemandirian.

 

Lebih lanjut, Nanang mendorong agar skema bantuan sosial dibedakan antara bantuan yang bersifat temporer dan bantuan khusus yang diberikan secara berkelanjutan. Menurutnya, bantuan bagi kelompok tertentu tidak semestinya dihentikan hanya karena telah melewati batas waktu tertentu apabila kebutuhan dasarnya masih ada.

 

“Bantuan-bantuan kita bagi dua, satu bantuan yang temporer, ada bantuan yang spesifik, artinya yang berkelanjutan khusus. Contohnya anak yatim terus sampai selesai sekolah, penyandang disabilitas terus dapat bantuan, dan yang sepuh-sepuh terus dapat bantuan. Itu tidak bisa di-stop karena sekian tahun,” katanya.

 

Untuk itu, Nanang menilai pemerintah perlu mengevaluasi mekanisme penetapan dan penghentian bansos agar kebijakan efisiensi tidak mengabaikan masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan sosial.

 

“Sekurang-kurangnya perlu kita koreksi lagi. Oke, kalau dibatasi, tetapi yang mana dibatasi perlu diatur lebih lanjut supaya lebih adil bagi masyarakat kita semua,” pungkasnya.

 

Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi VIII DPR RI terus menyerap aspirasi masyarakat dan masukan dari sentra layanan sosial sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap tata kelola bantuan sosial. Evaluasi terhadap akurasi data, mekanisme penyaluran, serta perlindungan kelompok rentan diperlukan agar program pemerintah dapat menjangkau masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. (upi/ssb)

Berita terkait

Marinus Gea: Program Kopdes Merah Putih Harus Menjawab Kondisi Riil Papua
Politik dan Keamanan
Marinus Gea: Program Kopdes Merah Putih Harus Menjawab Kondisi Riil Papua
Puteri Komarudin: Wacana Kenaikan Pajak Harus Pertimbangkan Kondisi Sosial Masyarakat
Ekonomi dan Keuangan
Puteri Komarudin: Wacana Kenaikan Pajak Harus Pertimbangkan Kondisi Sosial Masyarakat
Siti Aisyah: Masyarakat Harus Diikutsertakan dalam Penetapan Kawasan Hutan
Politik dan Keamanan
Siti Aisyah: Masyarakat Harus Diikutsertakan dalam Penetapan Kawasan Hutan
Tags:#Komisi VIII#Bansos#Desil#Nanang Samodra
Sebelumnya

Legislator Dorong Jargas Semarang–Indramayu Perkuat Industri Pantura

Selanjutnya

Syaiful Huda Tekankan Keselamatan dan Mutu Pembangunan Jembatan Musi V

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1185)
  • Industri dan Pembangunan(4049)
  • Isu Lainnya(1087)
  • Kesejahteraan Rakyat(4066)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4933)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator
Lomba Orasi Bintang Orator

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Berita DPR|BKSAP|Komisi X|Komisi XII|Komisi V|Syahrul Aidi Maazat|Expert Round Table Discussion|Ravindra Airlangga|Komisi VIII|Komisi IX|BAM|BAKN|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 6 km/h