
Foto bersama Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR bersama mitra kerja, usai mengunjungi Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed)di Cimahi, Jawa Barat.|Foto: Dwiki/jk
PARLEMENTARIA, Cimahi - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mengapresiasi progres penerimaan hibah kapal perang jenis aircraft carrier atau kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia, sehingga dapat segera memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut dengan nama baru, KRI Gajah Mada.
Karena itu, pihaknya ingin memastikan proses akhir tahapan tersebut berjalan lancar dan sesuai jadwal untuk segera tiba di tanah air.
“Kalau soal Garibaldi, atau Gajah Mada, itu alhamdulillah hampir semuanya sudah ready lah. Mudah-mudahan bisa sampai di akhir September ini, sehingga masih ada waktu untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian, dan bisa di-launching di 5 Oktober nanti,” ujar Syamsu Rizal, usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed)di Cimahi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026).
Diketahui, peluncuran kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia tersebut akan bertepatan pula dengan momentum HUT TNI pada 5 Oktober 2026 mendatang.
Ia menambahkan, kehadiran kapal induk pertama ini tidak hanya berdampak pada peningkatan aspek teknis militer semata, tetapi juga mendongkrak kepercayaan diri bangsa di kancah internasional.
“Dan kita berharap ini juga memberikan efek, bukan hanya sekadar teknis dalam konteks pertahanan militer, tetapi ini juga memberikan rasa percaya diri, kesetaraan dengan negara-negara lain, tetapi yang paling penting itu akan membuka kesempatan untuk meng-upgrade kemampuan militer kita, terutama kemampuan atau kapasitas personal dari personil militer kita di Indonesia,” tambah Politisi Fraksi PKB itu.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, memaparkan bahwa laporan teknis yang diterima lembaganya menunjukkan persiapan kedatangan KRI Gajah Mada sudah sangat matang. Berdasarkan rencana alur kedatangannya hingga proses yang harus dilalui sebelum beroperasi penuh menjaga kedaulatan maritim nusantara.
“Persiapan yang kami terima informasinya dan juga laporannya tentang kesiapan KRI Gajah Mada itu Insyaallah juga sudah matang, akan diterima di Tanjung Priok, lalu akan ditempatkan di Lampung, akan tetapi sebelum ke sana akan melakukan retrofitting dan juga pelengkapan persenjataan terlebih dahulu di PT PAL Surabaya,” ungkap Dave.
Lebih lanjut, Dave menekankan bahwa kehadiran kapal induk ini memiliki multifungsi yang sangat krusial bagi postur pertahanan maritim nasional ke depan.
“Bentuk kapal induk ini memiliki sejumlah fungsi selain untuk memperkuat alutsista kita, menjaga kedaulatan kita dan juga mengoptimalkan fungsi-fungsi peran TNI, khususnya TNI Angkatan Laut ataupun juga TNI secara keseluruhan,” pungkasnya.
Kehadiran hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada ini sebelumnya telah disetujui secara resmi oleh DPR RI melalui mekanisme rapat konsultasi bersama Kementerian Pertahanan. Dengan spesifikasi yang kini disesuaikan untuk mengoptimalkan operasi helikopter dan pengawasan maritim, alutsista strategis ini diharapkan mampu menjadi game changer dalam menjaga kedaulatan serta merespons cepat berbagai tantangan pertahanan dan kemanusiaan di nusantara. (dwk/rdn)