E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|Komisi II|Komisi VII|HAM|RUU Adminduk|TPPO|Jurnalis Indonesia|Disabilitas|Selat Sunda|Mental|Komisi I|Komisi III|Baleg
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|Komisi II|Komisi VII|HAM|RUU Adminduk|TPPO|Jurnalis Indonesia|Disabilitas|Selat Sunda|Mental|Komisi I|Komisi III|Baleg
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|Komisi II|Komisi VII|HAM|RUU Adminduk|TPPO|Jurnalis Indonesia|Disabilitas|Selat Sunda|Mental|Komisi I|Komisi III|Baleg
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Serapan Pasar Turun, Chusnunia Ingatkan Efek Domino terhadap Industri dan UMKM

Diterbitkan
Kamis, 10 Sep 2026 21.39 WIB
Bagikan:
Serapan Pasar Turun, Chusnunia Ingatkan Efek Domino terhadap Industri dan UMKM

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Cahaya Agro Teknik Surabaya, Jawa Timur.|Foto : Mun/Andri

PARLEMENTARIA, Surabaya — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menilai penguatan industri menengah perlu didukung ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan bahan baku, penyerapan pasar, standardisasi produk, sumber daya manusia (SDM), hingga pengelolaan daur ulang. Menurutnya, berbagai aspek tersebut saling berkaitan dalam menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

 

“Kita ingin mengetahui seperti apa kondisi teman-teman, khususnya industri menengah dan kecil ke bawah, di lapangan dalam menghadapi situasi pasca-tutup selat, kenaikan dolar, dan sebagainya. Hal itu cukup jelas berdampak pada bahan baku. Dari beberapa titik yang kita datangi, barang memang tersedia, tetapi pasti mengalami kenaikan sekitar 10–15 persen,” katanya usai pertemuan pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Cahaya Agro Teknik Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026).

Lihat Juga :

Darmadi Durianto Minta UMKM dan Industri Nasional Dilindungi dalam ICA-CEPA

Darmadi Durianto Minta UMKM dan Industri Nasional Dilindungi dalam ICA-CEPA

Industri Besar Didorong Rangkul IKM dan UMKM di Kawasan Industri

Industri Besar Didorong Rangkul IKM dan UMKM di Kawasan Industri

 

Menurutnya, aktivitas produksi industri masih berjalan, tetapi penyerapan produk di masyarakat perlu mendapat perhatian. Sebab, tingkat penyerapan pasar akan berpengaruh terhadap kesinambungan produksi industri, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggunakan mesin atau produk industri tersebut.

 

“Produksi semua masih berjalan. Namun, serapan di masyarakat yang kita cek di lapangan memang mengalami penurunan. Industri ini memiliki efek domino yang cukup besar terhadap produktivitas karena mesin-mesinnya digunakan untuk produksi, termasuk produksi UMKM,” ujarnya.

 

Chusnunia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap industri selama ini kerap berfokus pada sektor usaha kecil. Padahal, industri menengah juga memiliki posisi penting dalam rantai produksi dan perlu mendapatkan dukungan agar mampu berkembang serta meningkatkan daya saing.

 

“Orang selalu bicara tentang perhatian kepada industri kecil dan menengah, tetapi kadang-kadang industri menengahnya agak ketinggalan fokus. Nah, industri menengah ini juga perlu kita beri perhatian,” kata Politisi Fraksi PKB itu.

 

Salah satu temuan dalam kunjungan tersebut, lanjut Chusnunia, berkaitan dengan proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ia menemukan adanya kendala akses terhadap laboratorium pengujian yang membuat proses sertifikasi bagi industri menengah menjadi lebih panjang dan membutuhkan biaya tambahan.

 

“Temuan lapangan salah satunya adalah kesulitan industri menengah untuk sertifikasi SNI. Jadi, prosesnya sudah berjalan di tengah jalan, tetapi salah satu kendalanya adalah laboratorium uji. Contohnya, salah satu pengujian harus dilakukan di laboratorium di Yogyakarta. Itu memakan waktu dan menambah beban biaya sehingga akhirnya sertifikasi SNI-nya tidak tuntas,” jelasnya.

 

Menurut Chusnunia, kemudahan akses terhadap fasilitas pengujian menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk industri nasional. Terlebih, pemenuhan standar produk menjadi salah satu aspek yang diperlukan untuk memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun ke pasar internasional.

 

“Hal itu tentu memengaruhi produk-produk kita, terutama kalau kita bicara soal daya saing, apalagi daya saing internasional. Kesulitan menembus Uni Eropa, misalnya, juga menjadi tantangan. Kesulitan menembus negara-negara lain juga ada, meskipun masih bisa menembus beberapa negara yang membutuhkan produk seperti tadi, misalnya masuk ke Nigeria dan seterusnya,” ungkapnya.

 

Ia menilai keberadaan fasilitas laboratorium pengujian yang memadai di Jawa Timur perlu menjadi perhatian bersama. Sebagai salah satu provinsi dengan basis industri yang besar, Jawa Timur dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur standardisasi yang mampu mendekatkan layanan pengujian kepada pelaku industri.

 

“Kalau untuk Jawa Timur, seharusnya dengan industri Jawa Timur yang cukup besar dibandingkan provinsi-provinsi lain, termasuk banyaknya industri besar, fasilitas pendukungnya juga harus lengkap. Ini menjadi pekerjaan rumah untuk PSN, bagaimana mendorong agar laboratorium di Jawa Timur ini lengkap,” tuturnya.

 

Chusnunia menambahkan, penguatan industri juga tidak hanya berkaitan dengan fasilitas produksi dan standardisasi, tetapi perlu diikuti dengan kesiapan SDM. Menurutnya, masih terdapat pekerjaan rumah dalam menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja industri dengan lulusan lembaga pendidikan.

 

“Antara kebutuhan industri dengan tenaga kerja masih ada pekerjaan rumah untuk memadankan kebutuhan industri dengan lulusan pendidikan. Sistem pendidikan kita bukan berarti hanya untuk memproduksi orang agar bekerja, tetapi alangkah lebih baik kalau juga dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri,” katanya.

 

Selain itu, ia menilai aspek keberlanjutan perlu menjadi bagian dari pengembangan industri. Salah satunya melalui pengelolaan daur ulang terhadap peralatan dan mesin yang sudah tidak digunakan agar rantai pengelolaannya dapat berjalan secara jelas hingga tahap akhir.

 

“Industri juga harus memperhatikan sampai tahap akhir proses daur ulang, apalagi untuk mesin. Kalau mesin sudah tidak berfungsi, bagaimana proses selanjutnya? Rantai dan proses daur ulangnya jugaharus jelas,” tutupnya. (mun)

Berita terkait

Darmadi Durianto Minta UMKM dan Industri Nasional Dilindungi dalam ICA-CEPA
Industri dan Pembangunan
Darmadi Durianto Minta UMKM dan Industri Nasional Dilindungi dalam ICA-CEPA
Industri Besar Didorong Rangkul IKM dan UMKM di Kawasan Industri
Industri dan Pembangunan
Industri Besar Didorong Rangkul IKM dan UMKM di Kawasan Industri
Daniel Johan Ingatkan Implementasi PP 28/2024 terhadap Nasib Petani Tembakau dan Industri Rokok
Industri dan Pembangunan
Daniel Johan Ingatkan Implementasi PP 28/2024 terhadap Nasib Petani Tembakau dan Industri Rokok
Tags:#Komisi VII#industri#UMKM#Chusnunia Chalim
Sebelumnya

Utamakan Keselamatan Rakyat, Legislator Minta Mitigasi Bencana Gunung Berapi Terintegrasi

Selanjutnya

Legislator Tekankan Pentingnya Keselamatan Jurnalis, Dorong TNI-Polri Bantu Pencarian di Selat Sunda

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1161)
  • Industri dan Pembangunan(3999)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3980)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4836)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|Komisi II|Komisi VII|HAM|RUU Adminduk|TPPO|Jurnalis Indonesia|Disabilitas|Selat Sunda|Mental|Komisi I|Komisi III|Baleg
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h