
Anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samodra, saat meninjau Desa Adat Sade pasca kebakaran di Lombok Tengah, NTB.|Foto: Sari/Karisma
PARLEMENTARIA, Lombok Tengah - Pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran harus dilakukan secara menyeluruh. Pemulihan tidak hanya mencakup pembangunan kembali rumah dan kawasan terdampak, tetapi juga pelestarian nilai adat, pemulihan ekonomi dan pendidikan, serta penguatan mitigasi kebakaran.
Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra mendorong adanya dukungan anggaran untuk mempercepat proses rehabilitasi. Ia mengatakan sejumlah bantuan telah diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, dan lembaga terkait lainnya. Namun, dukungan anggaran untuk rehabilitasi masih perlu diperkuat.
“Saya mengimbau kepada teman-teman tim kunjungan spesifik Komisi VIII ini kira-kira dapat membantu untuk memperjuangkan anggaran untuk rehabilitasi Sade ini,” kata Nanang saat kunjungan spesifik Komisi VIII DPR RI ke Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, rehabilitasi harus mempertahankan bentuk bangunan dan karakter Desa Adat Sade. Nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat juga harus tetap dijaga dalam proses pembangunan kembali.
Setelah berdiskusi dengan masyarakat selama sepekan pascakebakaran, telah disepakati bahwa bangunan yang terbakar akan dibangun kembali dengan mempertahankan bentuk dan kondisi sebelumnya. Proses pembangunan juga akan tetap mengikuti nilai sakral dan ritual yang diyakini masyarakat setempat.
“Setelah seminggu itu tercapai kesepakatan bahwa mereka ingin mempertahankan kondisi bangunan yang lama. Tetapi tetap nilai-nilai sakral dan nilai-nilai ritual yang dipercaya oleh masyarakat di sini akan diikuti,” ujar legislator Dapil NTB II tersebut.
Ia menjelaskan, waktu dimulainya pembangunan kembali juga ditentukan berdasarkan keyakinan dan tradisi masyarakat. Pembangunan disepakati dimulai pada 21 Maulid atau bertepatan dengan 3 September 2026.
Selain pembangunan fisik, Nanang menilai pemulihan kebudayaan, ekonomi, dan pendidikan harus berjalan bersamaan. Ia berharap kondisi kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan anak-anak terdampak bisa kembali menjalani kegiatan belajar dengan baik.
Nanang juga mendorong penguatan sarana dan prasarana mitigasi kebakaran di kawasan tersebut. Lebih jauh ia menyampaikan, langkah pencegahan perlu disiapkan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Ia mengusulkan penyediaan jaringan pipa air yang siap digunakan dalam keadaan darurat. Pipa hidran juga perlu dipasang di jalur-jalur utama Desa Adat Sade.
“Di sekeliling desa harus disiapkan, misalkan pipa-pipa air yang bisa ready setiap saat. Kemudian pada jalur-jalur jalan utama dibuatkan pipa hidran untuk bisa menangani apabila ada terjadi kebakaran lagi,” ujarnya.
Sistem mitigasi tersebut, lanjut Nanang, tengah dikaji dan dikembangkan. Ia berharap seluruh proses pemulihan dapat berjalan cepat sesuai target pemerintah daerah, yakni sekitar enam bulan.
Politisi Fraksi Demokrat ini mengajak masyarakat Sade untuk tetap sabar dan bangkit menghadapi musibah. Ia berharap proses pemulihan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan dan aktivitas di Desa Adat Sade.
“Harapannya semoga masyarakat di sini bersabar untuk bisa menerima cobaan ini dengan lapang dada dan tidak membuatnya jadi patah semangat, tetapi bersemangat untuk bangkit kembali secepat mungkin,” pungkas Nanang. (sai/uc)