
Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni saat mengikuti Kunjungan Spesifik ke Padang, Sumatera Barat.|Foto: Joan/jk
PARLEMENTARIA, Padang – Komisi VIII DPR RI mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera Barat. Pasalnya, hingga beberapa bulan setelah bencana, masih terdapat warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) dan belum dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Sumatera Barat, Jumat (28/8/2026). Ia menyoroti kondisi masyarakat terdampak yang hingga kini masih menempati huntara.
“Sekarang ini masih banyak masyarakat yang tinggal di hunian sementara,” ujar Lisda.
Menurut Lisda, pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya terkait ketersediaan lahan. Karena itu, diperlukan penyelesaian berbagai persoalan agar pembangunan hunian bagi masyarakat dapat segera direalisasikan.
“Untuk huntap itu memang kendalanya macam-macam, ada yang masalah tanah, dan lain-lain,” jelasnya.
Lisda mengungkapkan, kondisi masyarakat yang masih tinggal di huntara antara lain ditemukan di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Agam, dua wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat bencana.
“Di Pesisir Selatan, di Agam, di wilayah-wilayah yang kemarin terdampak bencananya lumayan besar, itu masih mereka tinggal di hunian sementara,” ungkap Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Menurutnya, percepatan pembangunan huntap menjadi penting untuk memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh tempat tinggal yang layak sekaligus memiliki kepastian untuk kembali menata kehidupannya pascabencana.
“Tentu kita berharap segeralah terealisasi hunian tetapnya,” tegas Lisda.
Ia menambahkan, kepastian hunian bukan sekadar pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, melainkan bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Dengan memiliki tempat tinggal yang layak, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap.
“Sehingga masyarakat kita dapat kembali hidup normal,” kata Lisda.
Lebih lanjut, Lisda berharap proses pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga masyarakat tidak hanya kembali memiliki tempat tinggal, tetapi juga mampu bangkit dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Sehingga mereka juga menjadi masyarakat yang lebih tangguh, baik itu dari sisi mental maupun juga dari sisi ekonomi,” pungkas Lisda. (jih/ssb)