
Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik meninjau Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.|Foto: Aditya/Arifman
PARLEMENTARIA, Surabaya - Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendorong kerja sama antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi bahaya cuaca ekstrem bagi pengendara di Jembatan Suramadu. Ia mengusulkan adanya sistem penghentian arus lalu lintas sementara jika kecepatan angin berada pada tingkat yang membahayakan keselamatan.
"Ini perlu kerja sama dengan pemerintah kota. Di Surabaya sering terjadi angin kencang. Kalau dulu saat cuaca ekstrem kapal berhenti, sedangkan sekarang di Suramadu mobil dan motor terus melaju," papar Sudjatmiko dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Politisi Fraksi PKB tersebut menilai ketiadaan pengatur lalu lintas sejak Jembatan Suramadu tidak lagi berstatus jalan tol meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat terjadi angin kencang. Ia menyarankan agar data cuaca BMKG dapat diintegrasikan dengan sistem peringatan visual yang dikelola oleh pemerintah daerah di area jembatan.
"BMKG harus bekerja sama dengan Pemda untuk menghentikan lalu lintas saat cuaca ekstrem. Ini bahaya sekali, jika kecepatan angin di atas 80 kilometer per jam, mobil bisa terpental. Perlu kerja sama atau dibuatkan semacam peringatan Virtual Message System," tegas Sudjatmiko.
Selain penanganan cuaca harian, Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya keakuratan prakiraan cuaca jangka panjang, khususnya terkait siklus fenomena El Nino. Data historis yang presisi dinilai sangat krusial sebagai rujukan pemerintah dalam menyusun kebijakan mitigasi dan mengantisipasi dampak kekeringan.
"Prakiraan secara general tentang El Nino itu harus benar-benar dibuat datanya per periodik, misalkan 5 tahun, 25 tahun, bahkan sampai 100 tahun. Hal ini agar pemerintah bisa mengantisipasi akibat El Nino yang panjang," tambah Legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat VI tersebut.
Secara keseluruhan, Sudjatmiko mengapresiasi keandalan teknologi dan aplikasi BMKG yang dinilai telah diakui kualitasnya di tingkat internasional oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Ia berharap kecanggihan instrumen tersebut dapat terus dioptimalkan untuk melindungi keselamatan masyarakat secara luas. (ams/we)