E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VI|Komisi XI|Kopdes Merah Putih|Bea Cukai|KDKMP|Komisi V|Komisi VII|UMKM|Penyelundupan|Anggia Erma Rini|pangan|BMKG|cuaca
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 44%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VI|Komisi XI|Kopdes Merah Putih|Bea Cukai|KDKMP|Komisi V|Komisi VII|UMKM|Penyelundupan|Anggia Erma Rini|pangan|BMKG|cuaca
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 44%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VI|Komisi XI|Kopdes Merah Putih|Bea Cukai|KDKMP|Komisi V|Komisi VII|UMKM|Penyelundupan|Anggia Erma Rini|pangan|BMKG|cuaca
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 44%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

KDKMP Tak Cukup Punya Gerai, Komisi VI Bidik Rantai Bisnis yang Hidup

Diterbitkan
Sabtu, 29 Agu 2026 11.26 WIB
Bagikan:
KDKMP Tak Cukup Punya Gerai, Komisi VI Bidik Rantai Bisnis yang Hidup

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik mengenai Revisi Undang-Undang Perkoperasian ke Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah.|Foto: Dwiki/Arifman

PARLEMENTARIA, Yogyakarta – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak berhenti sebagai kelembagaan atau sekadar membangun gerai. Koperasi tersebut, katanya, harus terhubung dengan pembiayaan, rantai pasok, dan jaringan usaha BUMN agar mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.

 

Ia mengatakan penguatan fundamental KDKMP menjadi bagian penting dalam pembahasan RUU Perkoperasian. Menurutnya, masukan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) diperlukan untuk memastikan regulasi yang disusun mampu menjawab kebutuhan koperasi di lapangan.

Lihat Juga :

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!

Komisi VI Bidik BUMN Lebih Sehat lewat Streamlining Danantara

Komisi VI Bidik BUMN Lebih Sehat lewat Streamlining Danantara

 

“Di isu legislasi menarik sekali masukan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM dan Fakultas Hukum, menarik dan sangat detail untuk memperkaya, memperjelas, dan memastikan bahwa undang-undang itu memang tepat,” ujar Anggia saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).

 

Ia menegaskan, keberhasilan KDKMP tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan gerai maupun terpenuhinya persyaratan kelembagaan. Hal yang lebih penting adalah memastikan koperasi benar-benar memiliki aktivitas usaha yang berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 

“Yang kita ingin pastikan adalah KDKMP ini tidak hanya membangun gerai, lalu kemudian gerainya sudah selesai, secara hukum kelembagaannya sudah selesai, tetapi yang paling penting dan paling mendasar adalah operasionalisasi dari koperasi itu sendiri,” tegas Anggia.

 

Untuk menghidupkan operasional tersebut, Komisi VI mendorong KDKMP memanfaatkan kapasitas pembiayaan dan jaringan tiga BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian (Persero).

 

Dalam pertemuan tersebut, BRI menyampaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mendekati Rp2 triliun per bulan. Sementara PNM menyalurkan pembiayaan ultramikro melalui Mekaar sekitar Rp140–Rp141 miliar per bulan. Di sisi lain, jaringan Pegadaian yang telah menjangkau tingkat kecamatan dinilai dapat diperkuat sebagai mitra keagenan sekaligus pintu masuk inklusi keuangan masyarakat desa.

 

Anggia menjelaskan, potensi tersebut perlu disambungkan dengan kebutuhan usaha KDKMP melalui pembentukan hub pasokan komoditas di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan skema itu, UMKM lokal dan nasabah BRI dapat berperan sebagai pemasok kebutuhan gerai KDKMP, sementara nasabah Mekaar dan agen Pegadaian turut menggerakkan transaksi di tingkat masyarakat.

 

Menurutnya, pola tersebut dapat membuat perputaran pembiayaan BUMN tidak berhenti pada penerima kredit, tetapi bergerak ke rantai usaha yang lebih luas dan memberikan manfaat langsung kepada pelaku ekonomi kecil.

 

Skema ini sekaligus diarahkan untuk memperluas pemerataan kepemilikan dan pendapatan. Komisi VI tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya memperbesar keuntungan kelompok usaha yang sudah mapan, tetapi membuka peluang bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa untuk meningkatkan pendapatannya.

 

“Bukan orang kaya yang lama kemudian terus tambah kaya. Tetapi dari keterkaitan atau dari linkage dari KDKMP dengan BRI, dengan masyarakat usaha UMKM atau bahkan yang Mekaar, misalnya nasabah Mekar itu bisa nambah income-nya,” tutupnya Anggia. (dwk/we)

Berita terkait

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
Komisi VI Bidik BUMN Lebih Sehat lewat Streamlining Danantara
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Bidik BUMN Lebih Sehat lewat Streamlining Danantara
Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Komisi VI Tinjau Perusahaan yang Diduga Terapkan UMK Rendah
Industri dan Pembangunan
Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Komisi VI Tinjau Perusahaan yang Diduga Terapkan UMK Rendah
Tags:#Komisi VI#Kopdes Merah Putih#KDKMP#Anggia Erma Rini
Sebelumnya

Kesuma Kelakan: KDKMP Jangan Diseragamkan, Harus Berbasis Potensi Daerah

Selanjutnya

Komisi XI Ingatkan Perkuat Pengawasan Hadapi Modus Baru Selundup Emas di Soetta

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1132)
  • Industri dan Pembangunan(3833)
  • Isu Lainnya(1067)
  • Kesejahteraan Rakyat(3855)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4695)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VI|Komisi XI|Kopdes Merah Putih|Bea Cukai|KDKMP|Komisi V|Komisi VII|UMKM|Penyelundupan|Anggia Erma Rini|pangan|BMKG|cuaca
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 44%
Angin: 10 km/h