E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|RUU Air Minum dan Sanitasi|sekolah rakyat|Krisis Air Bersih|ASN|SPAM|RUU Penyiaran|UNHAN|Pati|Larangan Hijab|LAN RI
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|RUU Air Minum dan Sanitasi|sekolah rakyat|Krisis Air Bersih|ASN|SPAM|RUU Penyiaran|UNHAN|Pati|Larangan Hijab|LAN RI
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|RUU Air Minum dan Sanitasi|sekolah rakyat|Krisis Air Bersih|ASN|SPAM|RUU Penyiaran|UNHAN|Pati|Larangan Hijab|LAN RI
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Perlu Status Bencana Nasional untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Diterbitkan
Rabu, 26 Agu 2026 08.43 WIB
Bagikan:
Perlu Status Bencana Nasional untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan.|Foto: Kresno/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional guna memperkuat penanganan di lapangan. Menurutnya, status tersebut diperlukan agar pengerahan sumber daya, termasuk anggaran dan peralatan pemadaman, dapat dilakukan secara lebih optimal di tengah meluasnya kebakaran dan kondisi cuaca yang kering.


Daniel menilai pemerintah pusat dan daerah telah mengerahkan berbagai upaya untuk menangani karhutla. Namun, banyaknya titik kebakaran serta kondisi yang kering membuat pemadaman menjadi semakin sulit, terlebih ketika kebakaran terjadi pada malam hari dan api cepat menyebar. 


“Pemerintah baik pusat dan daerah tentu sudah maksimal mengerahkan seluruh tenaga dan upaya dalam melakukan penanganan. Namun, karena titik kebakaran sangat banyak dan kondisi sangat kering yang menyebabkan sulitnya mengatasi kebakaran,” ujar Daniel melalui keterangannya, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Lihat Juga :

Putra Nababan Dorong Pindad Perkuat Produksi Alat Berat untuk Kebutuhan Penanganan Bencana

Putra Nababan Dorong Pindad Perkuat Produksi Alat Berat untuk Kebutuhan Penanganan Bencana

Upayakan Revisi UU Penanggulangan Bencana, Perkuat BNPB sebagai Komando Tunggal Penanganan Bencana

Upayakan Revisi UU Penanggulangan Bencana, Perkuat BNPB sebagai Komando Tunggal Penanganan Bencana


Oleh karena itu, Daniel meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat apabila kapasitas penanganan yang tersedia belum mampu mengatasi kondisi di lapangan. Ia bahkan mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional agar pengerahan sumber daya dapat dilakukan secara lebih optimal.


“Pemerintah harus cepat mengambil keputusan dalam melakukan upaya ekstra, salah satunya menetapkan status bencana kebakaran ini sebagai bencana nasional,” tegasnya.


Menurut Daniel, penetapan status tersebut dapat memperkuat dukungan anggaran sekaligus mempercepat mobilisasi peralatan pemadaman. Ia menilai kebutuhan di lapangan tidak hanya berupa personel, tetapi juga teknologi dan perlengkapan yang mampu menghadapi kebakaran dalam skala besar.


“Agar seluruh upaya pemadaman dilakukan secara cepat, terutama mendatangkan alat pemadam yang efektif baik itu water bombing, menggunakan pesawat dengan cairan zat yang membantu percepat pemadaman, serta upaya lain untuk menyiapkan APD bagi para pemadam lapangan,” jelasnya.


Daniel juga mengingatkan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, kualitas udara yang memburuk akibat asap harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan masyarakat yang terdampak.


“Kondisi saat ini sudah extraordinary, dampaknya sangat besar terutama bagi kesehatan masyarakat karena udara sudah sangat berbahaya bagi masyarakat, jangan sampai sudah menimbulkan banyak korban baru bertindak lebih lanjut,” pungkas Daniel. (als/aha)

Berita terkait

Putra Nababan Dorong Pindad Perkuat Produksi Alat Berat untuk Kebutuhan Penanganan Bencana
Industri dan Pembangunan
Putra Nababan Dorong Pindad Perkuat Produksi Alat Berat untuk Kebutuhan Penanganan Bencana
Upayakan Revisi UU Penanggulangan Bencana, Perkuat BNPB sebagai Komando Tunggal Penanganan Bencana
Kesejahteraan Rakyat
Upayakan Revisi UU Penanggulangan Bencana, Perkuat BNPB sebagai Komando Tunggal Penanganan Bencana
Rina Sa’adah : Penanganan Karhutla Perlu Dilakukan Secara Terpadu
Industri dan Pembangunan
Rina Sa’adah : Penanganan Karhutla Perlu Dilakukan Secara Terpadu
Tags:#karhutla
Sebelumnya

Komisi IV Desak Pemerintah Audit Korporasi Ungkap Aktor Karhutla

Selanjutnya

Lasarus: Jangan Korbankan Anak Kurang Mampu untuk Mendapat Pendidikan Layak

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1101)
  • Industri dan Pembangunan(3793)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3830)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4658)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|RUU Air Minum dan Sanitasi|sekolah rakyat|Krisis Air Bersih|ASN|SPAM|RUU Penyiaran|UNHAN|Pati|Larangan Hijab|LAN RI
Jakarta:
Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h