
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Gempa NTT: Antara Geologi, Kebijakan, dan Nasib Warga” di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Arief/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendorong pembentukan kelembagaan tunggal yang secara khusus menangani kebencanaan. Menurutnya, kelembagaan tersebut diperlukan untuk memperkuat koordinasi, sistem komando, serta memastikan ketersediaan anggaran dalam penanganan bencana secara cepat dan efektif.
“Saya sendiri merasa ini kelembagaan tunggal untuk mengurusi soal kebencanaan ini menurut saya penting banget,” ujar Huda dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Gempa NTT: Antara Geologi, Kebijakan, dan Nasib Warga” di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Politisi Fraksi PKB itu menilai, penanganan bencana saat ini masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat koordinasi dan sistem komando belum berjalan secara optimal dalam merespons bencana secara cepat.
“Selama ini relatif belum bisa secara koordinatif efektif untuk membangun komunikasi dan sistem komando yang sifatnya memang berjalan efektif dan cepat. Karena itu kan masih terpencar-pencar, misalnya soal infrastruktur masih Kementerian PU,” katanya.
Huda menjelaskan, kelembagaan tunggal tersebut nantinya dapat memiliki tugas dan fungsi yang kuat untuk mengoordinasikan seluruh penanganan bencana. Dengan demikian, kementerian teknis dapat langsung menjalankan instruksi tanpa harus membangun koordinasi dari awal ketika bencana terjadi.
“Anggarannya sudah ada di kelembagaan ini. Nah, kalau sekarang ini kan di masing-masing kementerian dan lembaga,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa ketersediaan anggaran perlu dipersiapkan sejak awal dan tidak baru dikumpulkan setelah bencana terjadi. Menurutnya, anggaran yang sudah tersedia dapat digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan dalam masa tanggap darurat maupun tahap penanganan berikutnya. “Jangan sampai anggaran menjadi isu dari kendala penanganan gempa NTT,” tegas Huda.
Terkait penanganan gempa NTT, Huda mengatakan pelayanan dasar bagi para pengungsi relatif telah tertangani. Ia menyebut kebutuhan seperti tenda, makanan, minuman, air bersih, dan selimut telah tersedia, sementara perbaikan infrastruktur juga mulai dilakukan.
Ia berharap, evaluasi terhadap penanganan bencana di NTT dapat menjadi bahan untuk memperbaiki sistem kebencanaan nasional, terutama dalam membangun koordinasi yang lebih cepat, terarah, dan memiliki sistem komando yang jelas.(dik, hal/we)