E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|Pati|RUU Perampasan Aset|Aspirasi|Breaking news|Air Bersih|Kampung Sukarame|Pemblokiran|Rekening|Haji|Pendidikan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|Pati|RUU Perampasan Aset|Aspirasi|Breaking news|Air Bersih|Kampung Sukarame|Pemblokiran|Rekening|Haji|Pendidikan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|Pati|RUU Perampasan Aset|Aspirasi|Breaking news|Air Bersih|Kampung Sukarame|Pemblokiran|Rekening|Haji|Pendidikan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Waka Komisi V Usul Lembaga Khusus Pimpin Penanganan Bencana

Diterbitkan
Senin, 24 Agu 2026 13.28 WIB
Bagikan:
Waka Komisi V Usul Lembaga Khusus Pimpin Penanganan Bencana

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda.|Foto : Oji/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mengusulkan pembentukan lembaga baru khusus menghadapi bencana alam buntut adanya gempa NTT dengan magnitude 7,7. Ia menginginkan lembaga tersebut memiliki kewenangan luas atau bersifat 'superbody' dalam menangani bencana.


"Nah, sebenarnya ini isu gagasan lama, karena sekali lagi kita membutuhkan efektivitas kerja yang selain efektif, cepat, terkomando dalam satu pintu gitu oleh sebuah kelembagaan," kata Huda kepada awak media di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).


Huda mengatakan yang ada selama ini hanya penunjukan langsung kementerian tertentu untuk memimpin satgas ketika terjadi bencana. Dia mencontohkan Kemendagri. "Kita ingin suatu saat otomatis gitu, lembaga ini yang otomatis memimpin gitu. Memimpin penanganan baik dalam masa tanggap darurat maupun pasca-tanggap darurat," ucapnya.

Lihat Juga :

Komisi V Minta Penanganan Bencana Banjir di Tapanuli Tengah Dipercepat

Komisi V Minta Penanganan Bencana Banjir di Tapanuli Tengah Dipercepat

Komisi V Dorong Percepatan Penanganan Rumah Korban Bencana Banjir

Komisi V Dorong Percepatan Penanganan Rumah Korban Bencana Banjir


Lembaga tersebut, lanjut Huda, juga berfungsi untuk mengumpulkan anggaran untuk kedaruratan. Maka, kata dia, anggaran itu bisa langsung tersedia ketika terjadi bencana alam.


"Ini saya kira termasuk masukan yang perlu kita apa-kita carikan solusinya ke depan apakah ini pilihan terbaik atau tidak. Tapi saya sendiri merasa ini kelembagaan tunggal untuk mengurusi soal kebencanaan menurut saya penting banget," lanjutnya.


Huda menyebutkan yang terjadi selama ini justru memperumit penanganan kebencanaan. Ia mengatakan kementerian terkait harus bergerak lebih dulu membahas anggaran untuk melakukan tugas dan fungsinya dalam penanganan bencana.


Lebih lanjut, Huda juga memastikan lembaga ini akan lebih baik dari satgas bencana. "Tentu ya (lebih baik dari satgas bencana) karena dia secara kelembagaan punya tusi yang kuat bayangannya. Punya tusi yang kuat memastikan semua pelaksanaan sudah berada di kelembagaan ini. Relatif agak superbody gitu kelembagaannya. Karena sekali lagi ini negara kita negara yang potensi bencananya tinggi banget," imbuh dia.


Kemudian, Huda juga mengingatkan jangan sampai Ada kendala dana dalam penanganan gempa NTT. Ia menyebut provinsi, kabupaten, dan kota di NTT pastinya punya anggaran terbatas.


"Tadi teman-teman nanya misalnya anggaran di NTT cukup terbatas, kabupaten/kotanya mau nggak mau harus ada keterlibatan penuh dari pusat. Saya kira ini sudah-saya meyakini sudah dipikirkan oleh pemerintah pusat," jelas dia.


Ia mengingatkan jangan sampai dana jadi kendala. "enggak boleh. Jadi jangan sampai anggaran menjadi isu dari kendala penanganan gempa NTT," imbuhnya. (aha)

Berita terkait

Komisi V Minta Penanganan Bencana Banjir di Tapanuli Tengah Dipercepat
Industri dan Pembangunan
Komisi V Minta Penanganan Bencana Banjir di Tapanuli Tengah Dipercepat
Komisi V Dorong Percepatan Penanganan Rumah Korban Bencana Banjir
Industri dan Pembangunan
Komisi V Dorong Percepatan Penanganan Rumah Korban Bencana Banjir
Banjir di Ambawang dan Galang Berpotensi Lumpuhkan Akses, Komisi V Minta Percepatan Penanganan
Kesejahteraan Rakyat
Banjir di Ambawang dan Galang Berpotensi Lumpuhkan Akses, Komisi V Minta Percepatan Penanganan
Tags:#Gempa#NTT
Sebelumnya

BREAKING NEWS : PIMPINAN DPR RI TERIMA ASPIRASI MASYARAKAT PATI

Selanjutnya

DPR Terima Aspirasi Warga Pati, Dorong Kepastian Hukum dan Keamanan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1097)
  • Industri dan Pembangunan(3782)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3818)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4649)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|Pati|RUU Perampasan Aset|Aspirasi|Breaking news|Air Bersih|Kampung Sukarame|Pemblokiran|Rekening|Haji|Pendidikan
Jakarta:
Berawan sebagian
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 54%
Angin: 8 km/h