
Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, saat ditemui oleh Parlementaria, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.|Foto: Bitha/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, menjadi pertumbuhan semester I tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menilai capaian tersebut tetap perlu diikuti penguatan daya beli masyarakat agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Perlu diketahui, pertumbuhan ekonomi memiliki banyak variabel pembentuk. Namun, selama ini konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan, sehingga kondisi daya beli masyarakat menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah.
“Selama ini pertumbuhan ekonomi itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga itu berarti terkait dengan daya beli masyarakat,” ujar Anis saat ditemui oleh Parlementaria di sela-sela Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu terus menjaga daya beli masyarakat, terutama dengan memastikan kebutuhan dasar dan harga bahan pokok tetap terjangkau. “Pemerintah harus terus mendorong tentang daya beli masyarakat, harga bahan pokoknya, kemudian bagaimana menjamin masyarakat bisa mendapatkan kebutuhannya, kebutuhan dasar terutama dengan harga terjangkau,” katanya.
Anis menilai penguatan daya beli juga dapat menciptakan efek berantai terhadap perekonomian. Ketika masyarakat memiliki kemampuan belanja, permintaan terhadap barang dan jasa akan meningkat sehingga mendorong industri untuk meningkatkan aktivitas produksi.
“Dengan adanya daya beli yang cukup, sehingga masyarakat punya kemampuan untuk belanja terutama kebutuhan dasarnya, ini akan mendorong industri jadi lebih giat,” ujarnya.
Selain itu, menurut Anis, peningkatan aktivitas industri kemudian dapat mendorong masuknya investasi dan menciptakan siklus pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. “Karena ada demand, karena ada supply. Dengan industri lebih giat, investasi juga akan masuk dan begitu seterusnya,” katanya.
Meski mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, ia menilai pemerintah masih perlu bekerja keras untuk memastikan komponen-komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi dapat terus diperkuat. “Kalau memang pertumbuhannya 5,45, saya kira itu memang pertumbuhan, karena kemarin saya kira pemerintah harus terus bekerja keras,” pungkas Anis. (bit/um)