
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, saat Kunjunggan Kerja Reses Komisi III di Timika, Papua Tengah.|Foto: Singgih/Karisma
PARLEMENTARIA, Timika - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi langkah Polda Papua Tengah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. Namun demikian, ia meminta jajaran kepolisian terus memperkuat penanganan kejahatan konvensional yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Habib Aboe saat Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja aparat penegak hukum.
Menurut Habib Aboe, strategi pengamanan yang diterapkan Polda Papua Tengah telah disesuaikan dengan karakteristik wilayah sehingga mampu menjawab tantangan keamanan yang berbeda di setiap daerah.
"Kami memberikan apresiasi kepada Polda Papua Tengah yang telah mampu menerapkan strategi pengamanan sesuai karakteristik wilayah. Di kawasan pesisir dan perkotaan, khususnya Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika, jajaran kepolisian berhasil meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap kriminalitas konvensional maupun peredaran narkotika melalui operasi yang terukur dan terstruktur," ujar Habib Aboe, di Timika, Papua Tengah, Jumat (24/07/2026).
Ia menjelaskan, tantangan keamanan di Papua Tengah tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan yang seragam. Menurutnya, wilayah pegunungan memiliki karakteristik ancaman yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan maupun pesisir.
"Sementara di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Puncak, Dogiyai, dan Intan Jaya, fokus kepolisian memang harus diarahkan pada upaya menjaga stabilitas keamanan negara dari ancaman kelompok separatis bersenjata, sekaligus mengawal proses pemulihan keamanan pascakonflik. Pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik ancaman seperti ini patut terus diperkuat," katanya.
Meski demikian, Habib Aboe menilai kejahatan konvensional masih menjadi pekerjaan rumah bagi aparat kepolisian. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat sekitar 307 kasus kejahatan jalanan, meliputi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.
"Angka tersebut menunjukkan bahwa kejahatan konvensional masih menjadi ancaman nyata terhadap rasa aman masyarakat," ujar Politisi Fraksi PKS ini.
Karena itu, ia mendorong Polda Papua Tengah untuk terus meningkatkan patroli, memperkuat fungsi intelijen, serta memperluas kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat sebagai langkah preventif maupun represif.
"Saya berharap Polda Papua Tengah terus meningkatkan langkah-langkah preventif maupun represif secara proporsional agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah pesisir," tegasnya.
Menurut Habib Aboe, penguatan keamanan merupakan prasyarat penting bagi percepatan pembangunan di Papua Tengah. Oleh sebab itu, Komisi III DPR RI akan terus mendukung upaya penguatan kapasitas aparat penegak hukum melalui fungsi pengawasan dan pembahasan anggaran bersama pemerintah. (skr/rdn)