E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Jember Fashion Carnival|JFC|Asrama Haji|sekolah rakyat|RUU KKS|Bakti Komdigi|Bantuan Sosial|Pesawaran|wakil ketua dpr ri|Haji|DPR RI|KUA|Digitalisasi
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 30°C
Lembab: 56%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Jember Fashion Carnival|JFC|Asrama Haji|sekolah rakyat|RUU KKS|Bakti Komdigi|Bantuan Sosial|Pesawaran|wakil ketua dpr ri|Haji|DPR RI|KUA|Digitalisasi
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 30°C
Lembab: 56%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Jember Fashion Carnival|JFC|Asrama Haji|sekolah rakyat|RUU KKS|Bakti Komdigi|Bantuan Sosial|Pesawaran|wakil ketua dpr ri|Haji|DPR RI|KUA|Digitalisasi
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 30°C
Lembab: 56%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

RUU KKS Dihadirkan Guna Antisipasi Ancaman Ketahanan Nasional Pasca-Disahkannya UU PFII

Diterbitkan
Minggu, 26 Jul 2026 20.13 WIB
Bagikan:
RUU KKS Dihadirkan Guna Antisipasi Ancaman Ketahanan Nasional Pasca-Disahkannya UU PFII

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal (Daeng Ical) saat menghadiri Kunjungang Kerja Komisi I DPR RI di Bali.|Foto : Clarissa/Alma

PARLEMENTARIA, Denpasar — RUU Pusat Finansial Internasional (PFII) telah disahkan DPR RI bersama Pemerintah beberapa waktu lalu. Pusat finansial yang direncanakan akan berpusat di Bali ini, tentu saja, membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Namun, di sisi lain menyimpan potensi tantangan ketahanan nasional yang signifikan. Karrna itu, Komisi I DPR RI menekankan pentingnya penguatan aspek deteksi dini dan kemampuan profiling terhadap para investor serta lembaga asing yang masuk melalui RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

Lihat Juga :

Komisi I Percepat Pembahasan RUU KKS Hadapi Ancaman Kejahatan Siber

Komisi I Percepat Pembahasan RUU KKS Hadapi Ancaman Kejahatan Siber

RUU KKS Harus Berorientasi Jangka Panjang Guna Hadapi Tantangan Teknologi Baru

RUU KKS Harus Berorientasi Jangka Panjang Guna Hadapi Tantangan Teknologi Baru

 

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menyatakan bahwa arus investasi global yang masuk ke Indonesia tidak boleh dilihat hanya dari sudut pandang potensi ekonomi semata, tetapi juga dari kacamata pertahanan dan ketahanan negara.

 

"Kita mesti memiliki kemampuan untuk mendeteksi dini bagaimana orang-orang atau lembaga yang mau masuk ke Indonesia melalui Bali dalam aktivitas financing internasional ini. Kita bisa profiling latar belakangnya dan hubungannya dengan kelembagaan lain yang berpotensi memberikan tekanan terhadap ketahanan nasional," ungkap Syamsu Rizal saat ditemui Parlementaria seusai Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI di Denpasar, Bali, Sabtu (25/7/2026).

 

Menurutnya, kewaspadaan tinggi sangat diperlukan mengingat beberapa entitas atau individu dari luar negeri memiliki rekam jejak maupun hubungan kerja sama geopolitik yang kompleks dan beragam, seperti bersinggungan dengan negara-negara tertentu yang dinamika diplomasinya sensitif bagi Indonesia, seperti Israel dan negara mitra lainnya.

 

Penguatan kemampuan deteksi dan profiling ini nantinya akan diakomodasi dan dinaungi secara resmi melalui RUU KKS yang saat ini tengah digodok DPR. Dengan adanya aturan antisipatif ini, kementerian dan lembaga penegak hukum diberikan kewenangan serta keluwesan yang jelas untuk melakukan langkah preventif.

 

"DPR memberikan keluwesan dalam undang-undang ini sehingga ke depannya ada inisiatif-inisiatif tertentu yang bisa diakomodasi. Regulasi ini disiapkan agar adaptif dan mampu mengantisipasi ancaman bukan hanya untuk 5 atau 10 tahun ke depan," pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.


Oleh sebab itu, Syamsu Rizal berharap RUU KKS dapat segera disahkan menjadi undang-undang agar mampu bertindak adaptif serta mengantisipasi berbagai tantangan keamanan siber hingga jangka panjang. Ia menekankan bahwa regulasi tersebut disiapkan untuk menghadapi potensi ancaman yang diproyeksikan terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.(clr/rdn)

Berita terkait

Komisi I Percepat Pembahasan RUU KKS Hadapi Ancaman Kejahatan Siber
Politik dan Keamanan
Komisi I Percepat Pembahasan RUU KKS Hadapi Ancaman Kejahatan Siber
RUU KKS Harus Berorientasi Jangka Panjang Guna Hadapi Tantangan Teknologi Baru
Politik dan Keamanan
RUU KKS Harus Berorientasi Jangka Panjang Guna Hadapi Tantangan Teknologi Baru
Indonesia Butuh UU Artifical Intelligence Guna Perkuat Ketahanan Nasional Berkelanjutan
Politik dan Keamanan
Indonesia Butuh UU Artifical Intelligence Guna Perkuat Ketahanan Nasional Berkelanjutan
Tags:#RUU KKS
Sebelumnya

Abdul Wachid Soroti Kekurangan SDM Asrama Haji Lampung, Minta Pengelolaan Lebih Profesional

Selanjutnya

BAKTI Komdigi Perlu Ukur Dampak Digitalisasi terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1043)
  • Industri dan Pembangunan(3662)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3640)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4471)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Jember Fashion Carnival|JFC|Asrama Haji|sekolah rakyat|RUU KKS|Bakti Komdigi|Bantuan Sosial|Pesawaran|wakil ketua dpr ri|Haji|DPR RI|KUA|Digitalisasi
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 30°C
Lembab: 56%
Angin: 8 km/h