E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Kesehatan|stunting|ASN|Pajak|layanan kesehatan|narkotika|TNI|PNS|PPPK|Polri|Bali|Aceh
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 33°C
Lembab: 41%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Kesehatan|stunting|ASN|Pajak|layanan kesehatan|narkotika|TNI|PNS|PPPK|Polri|Bali|Aceh
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 33°C
Lembab: 41%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Kesehatan|stunting|ASN|Pajak|layanan kesehatan|narkotika|TNI|PNS|PPPK|Polri|Bali|Aceh
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 33°C
Lembab: 41%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Gamal Albinsaid: Penanganan Stunting Harus Sasar Akar Permasalahan

Diterbitkan
Sabtu, 25 Jul 2026 09.33 WIB
Bagikan:
Gamal Albinsaid: Penanganan Stunting Harus Sasar Akar Permasalahan

Anggota Komisi IX DPR RI Gamal Albinsaid menyampaikan pandangannya terkait percepatan penanganan stunting saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.|Foto: Dipa/Karisma

PARLEMENTARIA, Manggarai Barat — Anggota Komisi IX DPR RI Gamal Albinsaid menilai penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar berbagai faktor penyebabnya. Menurutnya, tingginya angka stunting di NTT tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia dan produktivitas daerah di masa depan.

 

“NTT termasuk salah satu provinsi yang memiliki angka stunting sangat tinggi, sekitar 37 persen atau hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional. Ini bukan persoalan sederhana karena stunting memiliki dampak yang luar biasa bagi perkembangan anak-anak NTT di masa mendatang,” ujar Gamal usai Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/7/2026).

Lihat Juga :

Kasus Malaria dan HIV/AIDS Tinggi, Pemprov Papua Harus Akselerasi Penanganan

Kasus Malaria dan HIV/AIDS Tinggi, Pemprov Papua Harus Akselerasi Penanganan

Gamal Albinsaid Usul Dekomersialisasi MBG, Libatkan Pesantren dan Lembaga Sosial

Gamal Albinsaid Usul Dekomersialisasi MBG, Libatkan Pesantren dan Lembaga Sosial

 

Ia menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan memengaruhi perkembangan otak, fungsi organ, hingga kemampuan belajar anak. Bahkan, menurut berbagai penelitian, anak yang mengalami stunting berisiko mengalami penurunan kemampuan kognitif, lebih rentan terhadap penyakit, serta memiliki produktivitas dan pendapatan yang lebih rendah saat dewasa.

 

“Setiap anak di NTT lahir dengan potensi genetik yang maksimal. Namun stunting membuat mereka tidak dapat mencapai kapasitas dan kompetensi terbaiknya akibat hambatan gizi sejak dini,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.

 

Karena itu, Gamal mendorong pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengatasi berbagai determinan penyebab stunting, seperti rendahnya pemberian ASI eksklusif, ketahanan pangan, sanitasi yang buruk, edukasi kepada ibu, hingga pengendalian kelahiran.

 

“Kalau kita memahami akar-akar masalah stunting, pemerintah dapat melakukan langkah yang lebih efektif. Penanganannya juga harus melibatkan seluruh sektor secara komprehensif dan holistik,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan anggaran penanganan stunting dan perbaikan aspek water, sanitation, and hygiene (WASH). Menurutnya, tanpa akses air bersih dan sanitasi yang layak, asupan gizi yang diberikan kepada anak tidak akan terserap secara optimal oleh tubuh.

 

“Yang kita butuhkan sekarang adalah percepatan penanganan stunting dengan dukungan anggaran yang signifikan. Di saat yang sama, seluruh faktor penyebab stunting di NTT juga harus diselesaikan secara bersamaan,” tutupnya. (dip/aha)

Berita terkait

Kasus Malaria dan HIV/AIDS Tinggi, Pemprov Papua Harus Akselerasi Penanganan
Kesejahteraan Rakyat
Kasus Malaria dan HIV/AIDS Tinggi, Pemprov Papua Harus Akselerasi Penanganan
Gamal Albinsaid Usul Dekomersialisasi MBG, Libatkan Pesantren dan Lembaga Sosial
Kesejahteraan Rakyat
Gamal Albinsaid Usul Dekomersialisasi MBG, Libatkan Pesantren dan Lembaga Sosial
Penanganan Karhutla Harus Berbasis Keadilan Sosial dan Tata Kelola Berkelanjutan
Populer
Penanganan Karhutla Harus Berbasis Keadilan Sosial dan Tata Kelola Berkelanjutan
Tags:#stunting#NTT
Sebelumnya

Nico Siahaan: TNI-Polri Tak Tepat Dilibatkan Awasi Kepatuhan Pajak

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1042)
  • Industri dan Pembangunan(3648)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3622)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4453)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Kesehatan|stunting|ASN|Pajak|layanan kesehatan|narkotika|TNI|PNS|PPPK|Polri|Bali|Aceh
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 33°C
Lembab: 41%
Angin: 5 km/h