
Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda saat memimpin rapat dalam agenda kunjungan kerja reses Komisi II DPR ke Kampus STIA LAN Makassar, Sulawesi Selatan.|Foto: Devi/Karisma
PARLEMENTARIA, Makassar - Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menegaskan pentingnya penguatan Politeknik STIA LAN Makassar sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berperan mencetak aparatur sipil negara dan birokrat, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur. Hal itu disampaikannya saat memimpin kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Kampus Politeknik STIA LAN Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026).
Rifqinizamy mengatakan, Politeknik STIA LAN Makassar memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan birokrat yang berkontribusi di berbagai pemerintahan daerah. Karena itu, menurutnya, lembaga tersebut perlu mendapatkan dukungan yang lebih kuat, baik dari aspek kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, maupun dukungan anggaran.
"Politeknik STIA LAN Makassar telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak birokrat, terutama di Indonesia bagian tengah dan timur. Karena itu, lembaga ini harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan birokrasi modern," ujarnya kepada Parlementaria usai pertemuan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPR RI turut didampingi sejumlah mitra kerja, di antaranya Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Dalam Negeri, serta instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai lembaga tersebut bertujuan membangun sinergi dalam memperkuat kapasitas birokrasi, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintahan desa.
Menurutnya, kolaborasi antara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kementerian Dalam Negeri, BKN, dan mitra kerja Komisi II DPR RI akan melahirkan berbagai program peningkatan kompetensi aparatur sipil negara sehingga mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan berkualitas.
Politisi Fraksi Partai NasDem itu menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik maupun menghentikan inovasi dalam pengabdian kepada masyarakat. "Keterbatasan anggaran boleh menjadi keluhan, tetapi tidak boleh menghentikan pelayanan dan kreativitas kita untuk berbakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tandasnya. (dep/rdn)