E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Daerah|industri|aspirasi|reforma agraria|KUHAP|BUMN|narkotika|Pelecehan seksual|Tenaga Kerja|sampah|plastik|Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 38°C
Lembab: 64%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Daerah|industri|aspirasi|reforma agraria|KUHAP|BUMN|narkotika|Pelecehan seksual|Tenaga Kerja|sampah|plastik|Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 38°C
Lembab: 64%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Daerah|industri|aspirasi|reforma agraria|KUHAP|BUMN|narkotika|Pelecehan seksual|Tenaga Kerja|sampah|plastik|Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 38°C
Lembab: 64%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Sekolah Kedinasan Menghadapi Tantangan Birokrasi Modern

Diterbitkan
Rabu, 8 Apr 2026 12.21 WIB
Bagikan:
Sekolah Kedinasan Menghadapi Tantangan Birokrasi Modern

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Aria Bima, saat kunjungan ke Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kota Bogor.

PARLEMENTARIA, Kota Bogor – Sekolah kedinasan dinilai sebagai instrumen penting dalam mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi teknis sesuai kebutuhan birokrasi modern. Menurut Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Aria Bima, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan di lapangan. 


Tantangan tersebut mencakup perkembangan digitalisasi pelayanan publik, kompleksitas persoalan agraria, serta tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif dan responsif. “Oleh karenanya dibutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, namun juga berakhlak untuk menyelesaikan berbagai masalah pertanahan. Dibutuhkan taruna yang menjaga integritas, memiliki karakter kuat, dan teruji,” tegas Aria saat kunjungan ke Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kota Bogor, Selasa (7/4/2026).


Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V ini juga menyoroti posisi strategis Kota Bogor sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek yang memiliki tingkat urbanisasi dan tekanan pembangunan tinggi. Pertumbuhan kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa yang pesat berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan lahan serta kompleksitas pengelolaan ruang.

Lihat Juga :

Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara

Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara

Deddy Sitorus: Sekolah Kedinasan Cetak Pelayan Publik Berintegritas

Deddy Sitorus: Sekolah Kedinasan Cetak Pelayan Publik Berintegritas


“Kunjungan kerja spesifik kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyelenggaraan sekolah kedinasan, mengkaji sistem pendidikan, kurikulum, serta relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan instansi pemerintah, khususnya dalam menghadapi tantangan birokrasi modern dan digitalisasi pelayanan publik,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, menyambut baik kunjungan pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI tersebut. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan masukan konstruktif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanahan.


“Kami berharap kehadiran Komisi II akan memberikan banyak masukan dan saran sehingga kami dapat terus meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM di bidang pertanahan,” ujarnya.


Dalam paparannya, Agustyarsyah juga menekankan pentingnya pelatihan teknis yang dilakukan secara tatap muka atau offline. Menurutnya, metode tersebut lebih efektif dalam membantu peserta memahami berbagai permasalahan pertanahan secara komprehensif.


Ia juga mengakui masih adanya kesenjangan (gap) kompetensi di kalangan pegawai yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan teknis yang lebih intensif guna mencapai hasil yang maksimal dalam peningkatan kapasitas SDM. (oji/aha)

Berita terkait

Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara
Politik dan Keamanan
Komisi II DPR: Sekolah Kedinasan Butuh Dukungan Negara
Deddy Sitorus: Sekolah Kedinasan Cetak Pelayan Publik Berintegritas
Politik dan Keamanan
Deddy Sitorus: Sekolah Kedinasan Cetak Pelayan Publik Berintegritas
Hetifah: Nyalakan Kembali Semangat Sumpah Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Bangsa
Kesejahteraan Rakyat
Hetifah: Nyalakan Kembali Semangat Sumpah Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Bangsa
Tags:#Sekolah kedinasan
Sebelumnya

Pembahasan RUU Satu Data Indonesia Merujuk Konstitusi

Selanjutnya

Hinca Panjaitan: Tanpa Riset, Kebijakan Ganja Medis Hanya Asumsi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(782)
  • Industri dan Pembangunan(2877)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2747)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3467)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

Dampak Konflik AS-ISRAEL VS IRAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Daerah|industri|aspirasi|reforma agraria|KUHAP|BUMN|narkotika|Pelecehan seksual|Tenaga Kerja|sampah|plastik|Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
32°C
Terasa: 38°C
Lembab: 64%
Angin: 13 km/h