
Deputi Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, Rahmad Budiaji saat membuka (PKP) Angkatan VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusbangkom Setjen DPR RI yang digelar di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Arifman/Alma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Deputi Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Rahmad Budiaji menegaskan transformasi organisasi di lingkungan Setjen DPR RI membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kapasitas kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan. Salah satunya, melalui Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom).
“Membutuhkan SDM yang tidak hanya kompetensi secara teknis, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan,” ujar Rahmad Budiaji saat membuka (PKP) Angkatan VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusbangkom Setjen DPR RI yang digelar di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Ia menyampaikan, pelaksanaan PKP Angkatan VII Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam pengembangan SDM di lingkungan Setjen DPR RI. Pertama kalinya, peserta pelatihan tidak hanya diikuti pejabat pengawas, tetapi juga melibatkan pejabat fungsional jenjang muda serta pelaksana yang memenuhi persyaratan administrasi, kinerja, dan disiplin.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan transformasi organisasi yang tengah berlangsung di lingkungan Setjen DPR RI, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, percepatan transformasi digital, pengembangan manajemen talenta, hingga peningkatan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, jelasnya, pengembangan kapasitas kepemimpinan menjadi kebutuhan penting agar organisasi mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
Pun, dirinya menegaskan, perubahan tidak boleh hanya dilakukan ketika mengikuti pelatihan kepemimpinan, tetapi harus menjadi budaya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Hasil survei kepuasan masyarakat, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sementara setiap risiko yang teridentifikasi perlu dimitigasi melalui inovasi.
“Perubahan tidak hanya ketika ikut pelatihan kepemimpinan, tetapi seharusnya setiap hari. Atas dasar survei kepuasan masyarakat, bagian yang kurang puas kita tingkatkan. Pada saat kita mengidentifikasi manajemen risiko, kita lakukan mitigasi risiko dengan inovasi,” tegasnya.
Selain itu, Rahmad Budiaji mengajak seluruh peserta menjadikan semangat belajar sepanjang hayat sebagai budaya kerja. Baginya, perubahan akan terus terjadi sehingga setiap pemimpin dituntut terus belajar, beradaptasi, dan mampu menjaga organisasi tetap relevan menghadapi tantangan yang semakin dinamis.
“Perubahan ini akan terus terjadi. Oleh karena itu, pemimpin yang berhasil adalah mereka yang terus belajar, tetap beradaptasi, dan mampu membawa organisasi tetap relevan menghadapi tantangan ke depan,” pesannya.
Terakhir, Rahmad optimistis pengalaman, kompetensi, dan semangat yang dimiliki para peserta akan melahirkan pemimpin pengawas yang mampu memperkuat birokrasi modern di lingkungan Setjen DPR RI, yakni birokrasi yang profesional, adaptif, tangguh dalam melayani, serta berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi. (pun/um)