Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan , saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II ke Serang, Banten.|Foto: Syn/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian indikator makro, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II ke Serang, Banten, Rabu (8/7/2026).
Ia pun mengapresiasi capaian beberapa indikator di Provinsi Banten. Salah satunya adalah angka kemiskinan di angka 5,5 persen, lalu penurunan tingkat penganguran terbuka di angka 6,5 persen. Karena itu, ia mendorong terjadi peningkatan angka lebih sehingga berdampak pada persoalan teknis, seperti inflasi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
“Karena sungguh urusan pemerintahan itu pada akhirnya selain angka-angka makro (selain) dihitung dengan pertumbuhan ekonomi, dihitung dengan inflasi, dihitung dengan indeks pembangunan manusia, tapi pada akhirnya kan berujung pada hal yang sangat mikro," ungkap pria yang kerap disapa Aher itu kepada Parlementaria usai pertemuan.
Oleh karena, menurutnya, tujuan akhir dari seluruh program pembangunan adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, baik melalui penurunan angka kemiskinan dan pengangguran maupun terpenuhinya kebutuhan dasar.
"Berapa yang masih miskin, berapa yang masih nganggur itu urusan yang paling penting. Berapa yang masih belum punya rumah, itu sebetulnya. Saya lihat apa pun program-program makro kita ukuran yang paling ujung adalah ukuran yang paling mikro yaitu berapa pengangguran, berapa yang masih miskin, berapa yang belum punya rumah,” tambah Politisi Fraksi PKS ini.
Komisi II DPR RI memandang pembangunan yang berkelanjutan harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga berbagai indikator makro yang positif dapat berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (syn)