Wakil Ketua BKSAP DPR RI Husein Fadlulloh usai melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur.|Foto : Aas/Andri
PARLEMENTARIA, Malang - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI terus memperkuat diplomasi parlemen yang melibatkan pemerintah daerah sebagai upaya membuka peluang kerja sama internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus yang didorong adalah penguatan sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BKSAP DPR RI Husein Fadlulloh usai melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi antara BKSAP dan pemerintah daerah dalam mendukung diplomasi Indonesia di berbagai forum internasional.
"Kita sekarang berada di Kota Malang melakukan kunjungan kerja dengan Pemerintah Kota Malang (yang melibatkan) antara BKSAP DPR RI dan juga Pemerintahan Kota Malang. Kami membahas berbagai macam isu yang tentunya berkaitan dengan diplomasi parlemen, yang juga berhubungan dengan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi yang ada di Indonesia," ujar Husein Fadlulloh kepada Parlementaria.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan yang mengemuka adalah kerja sama Sister City yang telah dijalankan Kota Malang dengan sejumlah kota di luar negeri. Menurut Husein, pengalaman tersebut menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat berperan aktif membangun jejaring internasional yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah maupun kepentingan nasional.
Selain itu, BKSAP juga menyoroti pentingnya diplomasi di sektor pertanian, khususnya dalam menjawab tantangan rendahnya produksi kedelai nasional. Melalui kerja sama dengan negara-negara mitra, diharapkan Indonesia dapat memperoleh teknologi, inovasi, maupun pengembangan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam negeri.
"Contohnya kedelai. Memang pada saat sekarang ini kita mengalami defisit produksi. Jadi bagaimana kita sebetulnya di dalam negeri sendiri harus bisa mengembangkan kedelai itu sendiri, bisa memproduksi kedelai itu sendiri, dengan bekerja sama dengan negara-negara lain agar kualitas kedelainya bisa lebih baik dan produktivitas untuk menanam kedelai juga bisa lebih baik lagi," jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Legislator Dapil Jawa Barat ini menambahkan, diplomasi parlemen tidak hanya dijalankan melalui hubungan antarlembaga legislatif dunia, tetapi juga dengan menyerap aspirasi dari pemerintah daerah dan kalangan akademisi. Berbagai masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan yang dibawa BKSAP dalam forum-forum internasional untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia.
"Tentunya mudah-mudahan BKSAP ini bisa terus mewakili Indonesia di forum-forum internasional. Dan juga bisa bekerja sama dengan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi di seluruh Indonesia serta para akademisi untuk bertukar pendapat, memberikan masukan-masukan kepada kami yang nantinya akan kami bawa ke forum-forum internasional. Kita memang terus meminta dan juga terus mendukung apa pun itu yang positif," pungkas Husein. (aas/rdn)