E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T

Diterbitkan
Rabu, 24 Jun 2026 17.52 WIB
Bagikan:
My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, dalam RDP Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Komisi X DPR RI bersama para pakar pendidikan tinggi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Tari/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) perlu menjadi perhatian dalam penyempurnaan sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Perguruan tinggi didorong untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi calon mahasiswa dari wilayah yang menghadapi berbagai keterbatasan akses pendidikan.


Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Komisi X DPR RI bersama para pakar pendidikan tinggi di Ruang Rapat Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).


Menurut My Esti, kondisi pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari realitas geografis dan sosial yang sangat beragam. Karena itu, sistem seleksi masuk perguruan tinggi perlu memberikan afirmasi bagi peserta didik yang berasal dari daerah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan dan infrastruktur.

Lihat Juga :

Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting

Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting

Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting

Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting


Ia menilai tidak tepat apabila standar seleksi diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan perbedaan kondisi yang dihadapi siswa di berbagai wilayah. Sebab, banyak peserta didik di daerah 3T harus berjuang dengan keterbatasan sarana pendidikan, akses informasi, hingga kondisi sosial ekonomi yang berbeda dibandingkan siswa di daerah perkotaan.


“Kita harus memberikan ruang dengan parameter yang sedikit berbeda. Tidak mungkin kita menuntut sesuatu yang sama kepada anak-anak yang berasal dari wilayah dengan keterbatasan dibandingkan mereka yang memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” ujar Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu.


My Esti kemudian mengusulkan agar perguruan tinggi memiliki skema khusus untuk menampung mahasiswa dari daerah 3T. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu bentuk afirmasi negara dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi.


“Mungkinkah setiap kampus mempunyai kewajiban menampung mahasiswa yang berasal dari daerah 3T? Berapa persen dan pada program studi apa saja yang dimungkinkan? Ini perlu kita pikirkan bersama,” katanya.


Ia mencontohkan kondisi siswa di wilayah pelosok atau perbatasan yang harus menempuh pendidikan dengan berbagai keterbatasan. Menurutnya, tidak adil apabila capaian akademik mereka dibandingkan secara langsung dengan siswa dari sekolah-sekolah unggulan yang memiliki fasilitas dan dukungan pendidikan lebih lengkap.


Karena itu, Politisi asal Dapil DIY itu juga berpandangan bahwa konsep kesetaraan dalam pendidikan tidak selalu berarti menerapkan standar yang sama bagi semua peserta. Sebaliknya, kesetaraan justru dapat diwujudkan dengan memberikan perlakuan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.


Selain afirmasi bagi daerah 3T, My Esti juga menilai kebijakan pendidikan tinggi harus memperhatikan kelompok masyarakat kurang mampu yang selama ini menghadapi hambatan dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.


Ia berharap hasil pembahasan Panja SPMB dapat melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan mampu membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan nasional tidak hanya diukur dari kualitas lulusan, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara.


“Memberikan ruang bagi anak-anak dari daerah 3T merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan dalam pendidikan. Mereka juga memiliki potensi yang harus diberi kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya. (fa/ssb)

Berita terkait

Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting
Kesejahteraan Rakyat
Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting
Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting
Kesejahteraan Rakyat
Edy Wuryanto Nilai MBG Belum Adil bagi Daerah 3T dan Kantong Stunting
MY Esti Minta Mahasiswa Terdampak Bencana Diberi Dispensasi Akademik Hingga Keringanan UKT
Kesejahteraan Rakyat
MY Esti Minta Mahasiswa Terdampak Bencana Diberi Dispensasi Akademik Hingga Keringanan UKT
Tags:#SPMB
Sebelumnya

Penataan Ulang Dasar Hukum Pembentukan Daerah Berikan Ruang Otonomi Kontekstual bagi Pemda

Selanjutnya

Gerakan Orang Tua Asuh Stunting Harus Berdampak Nyata dan Tepat Sasaran

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(923)
  • Industri dan Pembangunan(3309)
  • Isu Lainnya(1021)
  • Kesejahteraan Rakyat(3315)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4041)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h