E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PMN|Transportasi|APBN|Film|Industri Film|KPR FLPP|Kesehatan|Pariwisata|layanan kesehatan|listrik|PLN|Ketenagalistrikan|PSO
Jakarta:
Gerimis
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 80%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PMN|Transportasi|APBN|Film|Industri Film|KPR FLPP|Kesehatan|Pariwisata|layanan kesehatan|listrik|PLN|Ketenagalistrikan|PSO
Jakarta:
Gerimis
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 80%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PMN|Transportasi|APBN|Film|Industri Film|KPR FLPP|Kesehatan|Pariwisata|layanan kesehatan|listrik|PLN|Ketenagalistrikan|PSO
Jakarta:
Gerimis
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 80%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
PMN|Transportasi|APBN|Film|Industri Film|KPR FLPP|Kesehatan|Pariwisata|layanan kesehatan|listrik|PLN|Ketenagalistrikan|PSO
Jakarta:
Gerimis
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 80%
Angin: 3 km/h
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Yahya Zaini Dorong Optimalisasi Jaring Pengaman Sosial Pascadirumahkannya 4.000 Buruh PT Feng Tay

Diterbitkan
Senin, 22 Jun 2026 16.35 WIB
Bagikan:
Yahya Zaini Dorong Optimalisasi Jaring Pengaman Sosial Pascadirumahkannya 4.000 Buruh PT Feng Tay

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini.|Foto: Mares/Wanda

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendorong pemerintah mengoptimalkan jaring pengaman sosial bagi pekerja setelah sekitar 4.000 buruh PT Feng Tay di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dirumahkan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja dan mitigasi ancaman PHK. 


Yahya menilai peristiwa dirumahkannya ribuan pekerja tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan hubungan industrial antara perusahaan dan pekerja. Ia mengingatkan bahwa pekerja Indonesia masih rentan terhadap perubahan strategi bisnis global dan fluktuasi permintaan pasar internasional.


"Peristiwa ini menunjukkan bahwa pekerja Indonesia masih sangat rentan terhadap perubahan strategi bisnis global dan fluktuasi permintaan pasar internasional," kata Yahya Zaini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2026).

Lihat Juga :

Komisi VI Dorong Optimalisasi Keselamatan dan Layanan Transportasi oleh PT KAI 

Komisi VI Dorong Optimalisasi Keselamatan dan Layanan Transportasi oleh PT KAI 

Yahya Zaini: Kenaikan UMP Bisa Lebih Tinggi, Asal Seimbang

Yahya Zaini: Kenaikan UMP Bisa Lebih Tinggi, Asal Seimbang


Menurutnya, dalam industri padat karya yang berorientasi ekspor, pekerja sering menjadi pihak pertama yang merasakan dampak ketika terjadi penurunan pesanan maupun gangguan rantai pasok global. Karena itu, pemerintah perlu memastikan perlindungan bagi pekerja dan keluarganya selama menghadapi masa ketidakpastian.


"Walaupun saat ini baru berupa potensi PHK, Pemerintah perlu menyiapkan mitigasi sebagai langkah antisipasi," lanjutnya.


Ia menekankan pentingnya optimalisasi program jaring pengaman sosial bagi pekerja yang dirumahkan, termasuk melalui skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan peningkatan keterampilan, serta penempatan kembali tenaga kerja pada sektor-sektor yang masih tumbuh.


"Tentunya jaring pengaman sosial bagi pekerja yang dirumahkan harus dioptimalkan karena mereka kini tidak memiliki penghasilan yang pasti," tegasnya.


Lebih lanjut, Yahya menilai perlindungan tenaga kerja harus dilakukan secara lebih antisipatif melalui penguatan sistem peringatan dini agar potensi gelombang PHK dapat dideteksi lebih cepat. Menurutnya, integrasi data ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, kawasan industri, dan pemerintah daerah perlu diperkuat untuk memetakan risiko gangguan terhadap tenaga kerja.


"Sistem perlindungan tenaga kerja perlu bergerak lebih antisipatif. Ketika perusahaan mulai mengalami tekanan produksi, Pemerintah harus memiliki mekanisme peringatan dini yang memungkinkan langkah mitigasi dilakukan sebelum gelombang perumahan pekerja meluas," pungkasnya. (als/ssb)

Berita terkait

Komisi VI Dorong Optimalisasi Keselamatan dan Layanan Transportasi oleh PT KAI 
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Dorong Optimalisasi Keselamatan dan Layanan Transportasi oleh PT KAI 
Yahya Zaini: Kenaikan UMP Bisa Lebih Tinggi, Asal Seimbang
Kesejahteraan Rakyat
Yahya Zaini: Kenaikan UMP Bisa Lebih Tinggi, Asal Seimbang
Yahya Zaini Ingatkan Kemenkes Cegah Masuknya Covid-19 Varian Baru dari Singapura
Kesejahteraan Rakyat
Yahya Zaini Ingatkan Kemenkes Cegah Masuknya Covid-19 Varian Baru dari Singapura
Tags:#PHK#Tenaga Kerja
Sebelumnya

RI Hanya Jadi Pasar Film, Konten Lokal Tergerus Drakor hingga Dracin

Selanjutnya

Banggar Restui RAPBN 2027 Demi Jaga Daya Beli Masyarakat dan Percepat Pembangunan Nasional

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(902)
  • Industri dan Pembangunan(3291)
  • Isu Lainnya(1020)
  • Kesejahteraan Rakyat(3276)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4017)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI