
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, saat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Kantor Bupati Kuningan.|Foto: Kresno/Karisma
PARLEMENTARIA, Kuningan – Komisi V DPR RI mendorong percepatan pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) Kabupaten Kuningan guna memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Ciayumajakuning.
Dalam kunjungan spesifik ke Kuningan, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengatakan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kuningan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bentuk kehadiran negara dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.
Huda menjelaskan, Kuningan saat ini tengah tumbuh menjadi destinasi wisata baru di Jawa Barat. Namun, peningkatan jumlah wisatawan belum diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan yang memadai.
Ia menyoroti tingginya kepadatan lalu lintas pada jalur utama penghubung Cirebon-Kuningan yang selama ini menjadi akses utama wisatawan.
"Jalur akses antara Cirebon masuk ke Kota Kuningan itu sudah sangat padat, sementara jumlah wisatawan terus bertumbuh. Karena itu, pembangunan jalan lingkar menjadi kebutuhan mendesak," katanya saat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Kantor Bupati Kuningan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Huda, JLTS akan memungkinkan kendaraan dari arah Cirebon menuju kawasan wisata Kuningan tanpa harus melintasi pusat kota sehingga dapat mengurangi kemacetan sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Politisi Fraksi PKB ini menyebut kesiapan proyek tersebut sudah cukup matang, termasuk dari sisi pembebasan lahan.
"Secara readiness criteria sudah tidak ada masalah. Dari total panjang sekitar 10 kilometer, lahan yang sudah terbebaskan mencapai sekitar 5 kilometer dan pembangunan bisa dimulai secara bertahap," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan pemerintah daerah telah menjadikan pembangunan JLTS sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, jalan tersebut akan menghubungkan Jalan Lingkar Timur Utara dengan Jalan Lingkar Timur Selatan untuk memperlancar arus transportasi antardaerah.
"Jalan ini sangat vital karena menjadi jalur mobilisasi antara Cirebon, Kuningan, Majalengka, Banjar, dan wilayah lainnya. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan sehingga kawasan Kuningan selatan dapat berkembang dari sisi investasi, perdagangan, dan jasa," kata Dian. (/we)