
Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron, saat memimpin Kunjungan Kerja BAKN DPR RI di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026). |Foto: Tra/Karisma
PARLEMENTARIA, Makassar — Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya peningkatan literasi dan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar masyarakat memahami manfaat serta mekanisme program tersebut secara utuh. Menurut Herman, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa KUR merupakan program pembiayaan perbankan yang mendapat subsidi bunga dari pemerintah sehingga memberikan keringanan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
“Yang terpenting juga adalah literasi. Masyarakat harus memahami bahwa KUR merupakan pinjaman dari perbankan, tetapi bunganya disubsidi oleh negara sehingga menjadi lebih ringan bagi pelaku usaha,” ujar Herman kepada Parlementaria usai memimpin Kunjungan Kerja BAKN DPR RI di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa subsidi bunga tersebut membuat suku bunga KUR menjadi lebih rendah dibandingkan kredit komersial pada umumnya. Karena itu, informasi mengenai manfaat dan akses program perlu terus disampaikan kepada masyarakat secara luas. “Tantangan yang masih dihadapi bukan hanya terkait ketersediaan layanan perbankan, tetapi juga penyebaran informasi kepada calon penerima manfaat,” tambahnya.
Di samping itu politisi fraksi partai Demokrat itu turut mengapresiasi upaya perbankan yang telah memperluas jaringan layanan hingga tingkat desa. Namun demikian, langkah tersebut perlu diimbangi dengan sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat memahami cara mengakses program KUR. “Bagaimana informasi ini benar-benar sampai kepada masyarakat sehingga mereka dapat memanfaatkan KUR sesuai tujuan program,” ungkapnya.
Herman juga mengingatkan, agar program KUR benar-benar dapat diakses oleh kelompok usaha mikro dan kecil yang menjadi sasaran utama kebijakan pemerintah. Ia menilai peningkatan literasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah terjadinya ketidaktepat sasaran penerima manfaat.
Karena itu, ia mendorong pada pemerintah untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi publik mengenai KUR sebagai instrumen pembiayaan yang dapat membantu UMKM berkembang dan naik kelas. “KUR harus menjadi bagian dari upaya membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat berkembang dan naik kelas,” imbuh Herman. (tra/aha)