
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026 sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyoroti serius minimnya tenaga kesehatan bagi jemaah haji Indonesia saat melakukan peninjauan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makkah.|Foto: Andri/Septamares
PARLEMENTARIA, Makkah - Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026 sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyoroti serius minimnya tenaga kesehatan bagi jemaah haji Indonesia saat melakukan peninjauan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makkah, Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungannya, ia menyebut jumlah tenaga kesehatan yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal untuk melayani lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia. Ia mengatakan total tenaga kesehatan yang ada baru sekitar 1.200 orang.
“Tenaga kesehatan kita masih sangat kurang karena jumlahnya sekarang masih sekitar 1.200 dengan jumlah jemaah haji kita yang 200.000 sekian. Tentunya ini masih jauh dari cukup,” kata Nihayatul kepada Parlementaria.
Ia menjelaskan kekurangan paling terasa terjadi pada petugas kesehatan kloter. Dari kebutuhan ideal sekitar 1.600 petugas, saat ini baru tersedia sekitar 700 orang. “Bahkan ada satu kloter yang tidak ada petugas kesehatannya karena visanya tidak keluar,” ujarnya.
Menurut Nihayatul, kondisi itu menjadi tantangan serius karena mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan lansia dan kelompok risiko tinggi yang membutuhkan pengawasan medis lebih intensif. Ia menambahkan kebijakan rumah sakit di Arab Saudi yang mewajibkan satu pasien didampingi satu penjaga juga memperberat beban petugas kesehatan di lapangan.
“Dua orang yang sakit ini harus ada penjaganya satu orang, dan penjaga itu harus petugas,” katanya.
Komisi IX dan Timwas Haji DPR, lanjutnya, akan membahas kebutuhan riil tenaga kesehatan untuk musim haji mendatang agar pelayanan medis terhadap jemaah bisa lebih optimal. “Kita berharap tahun depan idealnya memang seluruh petugas tenaga kesehatan sekitar 1.900-an,” tutur Nihayatul. (MAN/um)