E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
OJK|Haji|timwas haji|UMKM|APBN|Prabowo|Rapat Paripurna|KEM PPKF|DPR RI|Pidato Presiden|RAPBN 2027|Harkitnas|Pendidikan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
OJK|Haji|timwas haji|UMKM|APBN|Prabowo|Rapat Paripurna|KEM PPKF|DPR RI|Pidato Presiden|RAPBN 2027|Harkitnas|Pendidikan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
OJK|Haji|timwas haji|UMKM|APBN|Prabowo|Rapat Paripurna|KEM PPKF|DPR RI|Pidato Presiden|RAPBN 2027|Harkitnas|Pendidikan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Kesehatan Jiwa Pasien TB dan HIV, Maharani: Stigma Lebih Mematikan daripada Virus

Diterbitkan
Kamis, 21 Mei 2026 17.49 WIB
Bagikan:
Kesehatan Jiwa Pasien TB dan HIV, Maharani: Stigma Lebih Mematikan daripada Virus

Anggota Komisi IX DPR RI Maharani, dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Kota Medan.| Foto: Jih/Karisma

PARLEMENTARIA, Medan — Perhatian terhadap penanganan penyakit Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS selama ini kerap kali hanya berfokus pada aspek penyembuhan fisik. Padahal, para pasien juga rentan mengalami tekanan psikologis berat akibat lingkungan sekitar yang belum sepenuhnya menerima kondisi mereka. 


Anggota Komisi IX DPR RI Maharani, bersama tim Komisi IX menekankan bahwa aspek kesehatan mental pasien dengan penyakit menular ini sering kali luput dari kebijakan prioritas pemerintah maupun fasilitas kesehatan. Menurutnya, penderita tidak hanya berjuang melawan virus dan bakteri di dalam tubuhnya, tetapi juga harus menahan beban psikologis akibat pengucilan di lingkungan sekitar.


“Ini yang mungkin sering luput dari perhatian kita, mengenai aspek kesehatan jiwa dari pasien TB maupun HIV. Selama ini mereka mungkin mengalami dependence ekologis atau stigma negatif,” ungkap Maharani dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Kota Medan, Sumatera Utara pada Kamis (21/5/2026) menyoroti hal tersebut.

Lihat Juga :

Komisi IX Berikan Perhatian pada Pencegahan Stunting dan Layanan bagi Pasien Kesehatan Jiwa

Komisi IX Berikan Perhatian pada Pencegahan Stunting dan Layanan bagi Pasien Kesehatan Jiwa

Layanan Kesehatan Jiwa Hadapi Tantangan Besar

Layanan Kesehatan Jiwa Hadapi Tantangan Besar


Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa stigma negatif dari masyarakat bisa memicu gangguan psikologis kronis seperti stres, kecemasan, hingga depresi berat. Bahkan dalam kondisi yang ekstrem, tekanan sosial tersebut berpotensi meningkatkan risiko percobaan bunuh diri pada pasien. Maharani pun mengingatkan bahwa dampak psikologis ini bisa berakibat fatal secara instan.


Mengingat bahaya tersebut, Maharani mendorong agar pemeriksaan psikologis dasar diintegrasikan langsung ke dalam alur pengobatan pasien secara gratis dan merata. “Mereka pasti (menghadapi) stigma negatif dari masyarakat ini,” tambah Maharani.


Langkah screening berkala yang meliputi asesmen depresi, kecemasan, serta konseling rutin dinilai sangat krusial. Pasalnya, pasien yang mengalami tekanan mental yang hebat cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang rendah dalam mengonsumsi obat. Padahal, kunci utama keberhasilan terapi TB dan HIV/AIDS sangat bergantung pada konsistensi pasien dalam menjalani pengobatan tanpa putus demi mencapai remisi.


Di sisi lain, politisi tersebut juga mengingatkan bahwa pembenahan dari sisi medis tidak akan cukup tanpa adanya edukasi masif kepada masyarakat luas. Upaya mereduksi stigma sosial harus dilaksanakan bersama Pemerintah agar pasien tidak merasa dikucilkan dan memiliki ruang aman untuk pulih secara utuh.


Pendekatan holistik yang menggabungkan pengobatan fisik dan dukungan mental ini dinilai sejalan dengan strategi besar pemerintah dalam mengejar target eliminasi TB dan HIV/AIDS di Indonesia pada tahun 2030 mendatang. (jih/aha)

Berita terkait

Komisi IX Berikan Perhatian pada Pencegahan Stunting dan Layanan bagi Pasien Kesehatan Jiwa
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Berikan Perhatian pada Pencegahan Stunting dan Layanan bagi Pasien Kesehatan Jiwa
Layanan Kesehatan Jiwa Hadapi Tantangan Besar
Kesejahteraan Rakyat
Layanan Kesehatan Jiwa Hadapi Tantangan Besar
Komisi IX Bedah Hambatan Eliminasi TB dan HIV/AIDS di Medan
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Bedah Hambatan Eliminasi TB dan HIV/AIDS di Medan
Tags:#HIV/AIDS#Tuberkolosis
Sebelumnya

KPPRI: Komitmen Perempuan Indonesia Perjuangkan Kepentingan Masyarakat Luas

Selanjutnya

Muzammil Yusuf Dorong Kanwil KemenHAM Banten Perkuat Kolaborasi Sosialisasi HAM

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(842)
  • Industri dan Pembangunan(3065)
  • Isu Lainnya(1008)
  • Kesejahteraan Rakyat(3028)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3712)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
OJK|Haji|timwas haji|UMKM|APBN|Prabowo|Rapat Paripurna|KEM PPKF|DPR RI|Pidato Presiden|RAPBN 2027|Harkitnas|Pendidikan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 74%
Angin: 4 km/h