
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kantor Gubernur Kalsel, Banjar Baru. |Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kantor Gubernur Kalsel, Banjar Baru, Kamis (7/5/2026). Foto: Taufan/Mahendra
PARLEMENTARIA, Banjar Baru — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mempercepat hilirisasi industri sebagai kekuatan baru pendapatan asli daerah. Menurutnya dengan hilirisasi akan menjadi nilai tambah yang meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan,
"Kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dimiliki Provinsi Kalsel ini harus mulai dioptimalkan melalui hilirisasi industri, yakni dengan mengelola bahan mentah seperti batu bara, kelapa sawit hingga karet di dalam daerah," katanya di Kantor Gubernur Kalsel, Banjar Baru, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Politisi Partai NasDem ini mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalsel di angka 5,67 persen atau sudah di atas rata-rata nasional. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang sektor pertambangan, perkebunan dan perdagangan.
Fauzi menilai, hilirisasi ini menjadi kekuatan tersendiri Kalsel dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. "Kita tau bahwa pertambangan di Kalsel ini menyumbang 26 persen dari konteks pertumbuhan ekonomi. Nah, artinya apa? Kalau dilakukan hilirisasi, ini akan menjadi PAD yang sangat luar biasa. "Tidak hanya disumbangkan ke pusat, tapi menjadi kekuatan penambah PAD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan," pungkasnya.
Ia menambahkan, selain hilirisasi terhadap sumber daya alam, Kalsel juga harus segera melakukan optimalisasi serapan anggaran dan pengembangan sektor pariwisata, khususnya berbasis sungai.
"Potensi pariwisata yang harus digalakkan, karena Kalimantan Selatan ini dengan apa namanya itu, sungai yang sangat luas, itu merupakan potensi tersendiri di pariwisata yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan," ujarnya. (tn/aha)