Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Manado, Sulawesi Utara.
PARLEMENTARIA, Manado — Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mendorong BPJS Kesehatan bersama direksi RSUP Prof Dr R.D. Kandou untuk segera duduk bersama menyelesaikan persoalan tunggakan klaim (pending claim) yang berpotensi mengganggu operasional rumah sakit.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI dengan jajaran direksi RSUP Kandou, yang turut dihadiri para mitra kerja Komisi IX, di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (23/4/2026).
"Kami minta BPJS Kesehatan agar segera membayarkan tunggakan klaim di RSUP Kandou Manado sebelum jatuh tempo. Dicari apa akar masalahnya sehingga tunggakan klaim BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp40 miliar per Februari 2026. Masalah ini agar bisa segera diselesaikan dan tidak mengganggu operasional rumah sakit,” tegas Felly kepada Parlementaria usai pertemuan.
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut juga menekankan pentingnya penyelesaian tunggakan sesuai aturan yang berlaku. Ia mendorong pihak rumah sakit untuk meningkatkan kelengkapan administrasi guna mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang.
Felly turut mengingatkan agar tidak ada lagi rumah sakit yang terpaksa menghentikan operasional akibat putus kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, kondisi tersebut akan merugikan banyak pihak, mulai dari masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan hingga tenaga kesehatan yang berisiko kehilangan pekerjaan.
"Karena ini akan merugikan semua pihak, baik masyarakat sebagai pengguna layanan, para nakes yang kehilangan pekerjaan, dan juga program pemerintah yang ingin meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Felly juga mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk lebih proaktif dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan di wilayah timur Indonesia yang selama ini dinilai masih tertinggal.
“Saya minta dukungan Kementerian Kesehatan karena rumah sakit di wilayah timur selama ini tertinggal dalam pembaruan alat kesehatan modern. Kebutuhan alkes yang memadai menjadi urat nadi pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tambah legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Utara tersebut.
Dalam pertemuan itu, turut dibahas berbagai kebutuhan infrastruktur vital di RSUP Kandou, mulai dari pembangunan gedung pelayanan baru, pembaruan alat kesehatan modern, hingga penataan akses jalan dan ketersediaan lahan parkir.
Felly berharap kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi catatan administratif, melainkan menghasilkan langkah konkret dari pemerintah pusat guna memperkuat peran RSUP Kandou sebagai benteng pelayanan kesehatan di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Kandou, Starry H Rampengan, menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi momentum penting dalam pemenuhan berbagai kebutuhan mendasar dan mendesak demi mewujudkan visi RSUP Kandou sebagai rumah sakit unggulan. (oji/rdn)