E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Film|Diplomasi|RUU Polri|Kesehatan|APBN|Piala Dunia|RUU Masyarakat Adat|ASN|layanan kesehatan|BUMN|Animasi|Game
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 59%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Film|Diplomasi|RUU Polri|Kesehatan|APBN|Piala Dunia|RUU Masyarakat Adat|ASN|layanan kesehatan|BUMN|Animasi|Game
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 59%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Film|Diplomasi|RUU Polri|Kesehatan|APBN|Piala Dunia|RUU Masyarakat Adat|ASN|layanan kesehatan|BUMN|Animasi|Game
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 59%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Marak Kecurangan dalam UTBK-SNBT, Pengawasan dan Pendidikan Karakter Jadi Hal Fundamental

Diterbitkan
Sabtu, 25 Apr 2026 09.49 WIB
Bagikan:
Marak Kecurangan dalam UTBK-SNBT, Pengawasan dan Pendidikan Karakter Jadi Hal Fundamental

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, dalam Kunjungan Kerja Komisi X di Kupang, NTT.|Foto: Skr/Karisma

PARLEMENTARIA, Kupang - Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menanggapi temuan kecurangan yang dilakukan sejumlah peserta dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di beberapa lokasi.

 

Menurut Ledia, praktik kecurangan dalam ujian menunjukkan persoalan mendasar terkait niat dan integritas peserta. Ia menegaskan keberhasilan yang diperoleh dengan cara tidak jujur tidak akan membawa manfaat.

Lihat Juga :

Komisi X Sayangkan Terjadi Dugaan Kecurangan UTBK SNBT 2026 di Undip

Komisi X Sayangkan Terjadi Dugaan Kecurangan UTBK SNBT 2026 di Undip

DPR Terima IHPS Semester II 2025 dari BPK, Jadi Dasar Pengawasan dan Evaluasi Kebijakan

DPR Terima IHPS Semester II 2025 dari BPK, Jadi Dasar Pengawasan dan Evaluasi Kebijakan

 

“Kalau memang niatnya sudah tidak benar, pasti akan jadi tidak benar dan ilmunya juga tidak berkah,” ujar Ledia kepada Parlementaria dalam Kunjungan Kerja Komisi X di Kupang, NTT, Rabu (22/04/2026).

 

Ia menilai perkembangan teknologi saat ini menuntut sistem pengawasan yang lebih ketat. Menurutnya, penyelenggara harus mampu mengantisipasi berbagai modus kecurangan sejak awal, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

 

“Kita perlu mendorong supaya mereka mau melakukan pengawasan sejak awal dan juga harus diantisipasi karena dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, hanya sekadar difoto soal bisa dijawab oleh AI,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

 

Namun demikian, Ledia mengingatkan bahwa penggunaan AI untuk menjawab soal tidak akan menggantikan kemampuan peserta yang sesungguhnya.

 

“Tapi buat apa yang menjawab AI? Bukan AI yang mau kuliah, yang mau kuliah kan anaknya,” ujarnya.

 

Selain pengawasan teknis, Ledia menekankan pentingnya pembangunan karakter sejak dini melalui peran keluarga dan sekolah. Ia menyebut nilai kejujuran harus ditanamkan sebagai bagian dari proses pendidikan.

 

“Itu jadi bagian yang sangat penting harus ditumbuhkan sejak awal, pembangunan karakter oleh orang tua, oleh guru, bahwa bukan bab gengsi, ini bab ilmu untuk keberkahan di masa yang akan datang,” katanya.

 

Ia juga meminta kampus dan penyelenggara UTBK menyiapkan sistem keamanan yang lebih baik, termasuk meninjau kebijakan terkait barang bawaan peserta seperti telepon genggam dan perangkat teknologi lainnya.

 

“Memang kampus-kampus dan penyelenggara harus sudah menyiapkan pengamanan. Bagaimana tingkat pengamanannya? Apakah misalnya kita perlu memikirkan, boleh tidak bawa HP, boleh tidak bawa yang lain-lain yang berkaitan dengan teknologi?” ujarnya.

 

Menurut Ledia, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, persoalan utama tetap kembali pada niat dan integritas peserta dalam mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi secara jujur dan adil. (skr/rdn)

Berita terkait

Komisi X Sayangkan Terjadi Dugaan Kecurangan UTBK SNBT 2026 di Undip
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Sayangkan Terjadi Dugaan Kecurangan UTBK SNBT 2026 di Undip
DPR Terima IHPS Semester II 2025 dari BPK, Jadi Dasar Pengawasan dan Evaluasi Kebijakan
Ekonomi dan Keuangan
DPR Terima IHPS Semester II 2025 dari BPK, Jadi Dasar Pengawasan dan Evaluasi Kebijakan
Budaya dan Pendidikan, Peluang Besar Dalam Kerjasama Indonesia dan Meksiko
Politik dan Keamanan
Budaya dan Pendidikan, Peluang Besar Dalam Kerjasama Indonesia dan Meksiko
Tags:#Pendidikan#Reses
Sebelumnya

Gugus Tugas Reforma Agraria Harus Hadir Jadi Solusi Nyata di Daerah

Selanjutnya

Giri Ramanda: Bank Sumsel Babel Perlu Inovasi Hadapi Tekanan Ekonomi 2026

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(876)
  • Industri dan Pembangunan(3199)
  • Isu Lainnya(1019)
  • Kesejahteraan Rakyat(3216)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3902)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|Film|Diplomasi|RUU Polri|Kesehatan|APBN|Piala Dunia|RUU Masyarakat Adat|ASN|layanan kesehatan|BUMN|Animasi|Game
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 59%
Angin: 6 km/h