Anggota Komisi VI DPR RI Ismail Bachtiar, usai mengikuti pertemuan Komisi VI DPR dengan otoritas BUMN sektor perkebunan PT. Agrinas Palma Nusantara, di Medan, Sumatra Utara.
PARLEMENTARIA, Medan - Kunci keberhasilan perkebunan sawit nasional adalah pada integrasi antara sektor hulu dan hilirisasi. Hilirisasi sawit harus segera diwujudkan untuk mencapai muara akhir, yakni kedaulatan pangan yang mandiri. Ini demi memastikan keberlanjutan ekonomi dan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Ismail Bachtiar, Rabu (22/4), di Medan, Sumatra Utara, usai mengikuti pertemuan Komisi VI DPR dengan otoritas BUMN sektor perkebunan. PT. Agrinas Palma Nusantara, misalnya, yang diberi mandat mengelola perkebunan sawit secara berkelanjutan, diharapkan Ismail, bisa tetap kokoh mendukung agenda ketahanan pangan ke depan.
"Saya kira sudah sangat jelas arah Bapak Presiden Prabowo bahwa bukan hanya hulunya yang kita kerjakan, tapi hilirisasi ini kita dorong bisa segera kita wujudkan dan muaranya adalah soal swasembada pangan," ulasnya. Politisi PKS ini juga menyerukan, agar PT. Agrinas tidak hanya fokus pada perencanaan jangka panjang dan loncatan besar saja. Justru detail-detail kecil dalam operasional harian tetap harus diselesaikan dengan tuntas tanpa ada yang terabaikan.
Lebih lanjut, Ismail menegaskan, langkah strategis di sektor perkebunan ini harus selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan. Pemerintah didorong segera merealisasikan cita-cita luhur tersebut melalui integrasi kebijakan yang tepat sasaran. Meski menyadari bahwa perencanaan besar membutuhkan waktu, Komisi VI memberikan catatan kritis agar proses transisi dan eksekusi di lapangan tidak memakan waktu terlalu lama. (mh/aha)