
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon saat Kunjungan Kerja ke Lokasi Terminal LPG Tanjung Sekong di Banten.
PARLEMENTARIA, Cilegon – Komisi XII DPR RI meninjau langsung kesiapan infrastruktur energi nasional, khususnya pengelolaan distribusi liquefied petroleum gas (LPG) di Terminal LPG Tanjung Sekong, Kota Cilegon. Kunjungan ini digelar untuk memperkuat pengelolaan energi nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi.
Sebagai informasi, Terminal LPG Tanjung Sekong dinilai memiliki posisi strategis dalam rantai distribusi energi nasional. Fasilitas ini menjadi salah satu pusat penyimpanan dan distribusi LPG terbesar di Indonesia yang menopang kebutuhan energi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Sumatera.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII DPR RI ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi ketahanan pasokan LPG nasional serta kesiapan infrastruktur penyimpanan dan distribusi energi. Memimpin agenda ini, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon menilai LPG memiliki peran krusial sehingga menjadi salah satu sumber energi utama bagi masyarakat dan sektor industri di berbagai daerah.
“Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah strategis di bagian barat Pulau Jawa yang memiliki peran penting dalam sistem logistik energi nasional, terutama karena letaknya berada pada jalur distribusi utama antara Pulau Jawa dan Sumatera,” ujar Dony saat meninjau Lokasi Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten, Kamis (2/4/2026).
Sebab, Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu simpul penting yang menjaga stabilitas pasokan LPG nasional. Beroperasi pada tahun 2012 ini, terminal ini telah ditingkatkan menjadi terminal LPG refrigerated sejak tahun 2020. Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton serta dukungan tiga dermaga yang mampu melayani kapal hingga 65.000 DWT.
Selain itu, terminal tersebut memiliki throughput lebih dari 200.000 metrik ton per bulan atau sekitar 40 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Peran strategis ini menjadikan pengelolaan fasilitas penyimpanan dan distribusi LPG di Tanjung Sekong sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Terminal LPG Tanjung Sekong memiliki peran penting dalam menjamin ketersediaan LPG nasional dengan kapasitas penyimpanan yang besar dan cakupan distribusi yang luas, melayani wilayah Pulau Jawa dan Sumatera,” jelasnya.
Pun, agenda ini menjadi momentum bagi Komisi XII DPR RI untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kesiapan infrastruktur energi nasional untuk menghadapi berbagai potensi risiko, termasuk kemungkinan gangguan pasokan global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. “Dalam konteks global saat ini kita dihadapkan pada dinamika geopolitik yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia dan berdampak pada pasokan serta volatilitas harga energi, termasuk LPG,” tegas Legislator dari Fraksi PDIP tersebut.
Di samping itu, Komisi XII DPR juga menyoroti skema impor dan distribusi LPG nasional, termasuk potensi risiko gangguan pasokan global yang dapat memengaruhi stabilitas energi dalam negeri. Evaluasi terhadap aspek tersebut, imbuhnya, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penguatan kebijakan energi nasional.
“Karena itu Komisi XII DPR RI memandang penting melakukan pengawasan langsung melalui kunjungan kerja ini guna memperoleh gambaran komprehensif terkait kapasitas dan ketahanan stok LPG, skema impor dan distribusi, serta berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi keberlanjutan pasokan energi nasional,” pungkas Dony. (ujm/um)